PANIAI - Senyum mama-mama Papua merekah di Kampung Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Hasil bumi yang mereka bawa untuk dijual, mulai dari sayuran, umbi-umbian, buah-buahan hingga hasil kebun lainnya, ludes diborong prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 2 Marinir, Minggu (26/7/2026).
Aksi tersebut berlangsung saat prajurit melaksanakan patroli humanis di tengah masyarakat. Di sela tugas menjaga keamanan, personel Satgas menyempatkan diri membeli hasil kebun warga sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Bagi mama-mama Papua, aksi sederhana itu memiliki arti besar. Hasil bumi yang dibawa dari kebun dapat terjual, sementara pendapatan dari penjualan tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., yang memimpin langsung kegiatan tersebut, mengatakan kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat nyata.
“Kami ingin kehadiran prajurit di tengah masyarakat benar-benar memberikan manfaat. Membeli hasil bumi warga mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat, khususnya mama-mama Papua, hal ini dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, ” ujar Letkol Marinir Helilintar.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Satgas Yonif 2 Marinir untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Salah seorang mama Papua mengaku bersyukur atas kepedulian prajurit Satgas. Ia mengaku senang karena hasil kebun yang dibawanya laris terjual.
“Kami sangat senang dan berterima kasih. Hasil kebun kami habis dibeli. Uangnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan. Di tengah masyarakat, prajurit juga hadir dengan aksi sederhana yang mampu menghadirkan senyum dan membantu menggerakkan perekonomian warga.
(PERS)

















































