PAINAI - Di tengah hamparan hijau kebun warga Distrik Pasir Putih, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, sebuah inisiatif menyentuh hati para prajurit TNI Angkatan Laut dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Gobang V. Pada Senin (2/3/2026), langkah mereka terhenti bukan untuk patroli, melainkan untuk memborong hasil tani yang menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat pedalaman. Saya membayangkan betapa senangnya para petani ketika melihat hasil kerja keras mereka dibeli langsung, tanpa harus berjuang menembus medan yang sulit untuk mencapai pasar.
Sayuran segar seperti kangkung, bayam, tomat, dan cabai, yang selama ini menjadi sumber kehidupan para petani, kini berada di tangan para prajurit. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah solusi nyata bagi kendala akses pasar yang kerap menghantui warga akibat medan geografis yang menantang dan minimnya sarana distribusi. Beban mereka terangkat, dan harapan kembali tumbuh.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Gobang V Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen ini. Beliau melihat kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pembinaan teritorial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Bagi saya, kutipan ini menunjukkan kedalaman kepedulian dan pemahaman tentang kebutuhan riil di lapangan.
"Kami berkomitmen melaksanakan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Pembelian hasil tani ini sejalan dengan upaya mendukung sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya di wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih, " ujar Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto.
Beliau melanjutkan, tugas pengamanan wilayah memang utama, namun kehadiran Satgas juga harus menjadi solusi atas persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Ini adalah bukti bahwa pengabdian tidak hanya soal menjaga perbatasan, tetapi juga merawat kehidupan masyarakat di dalamnya.
Para petani di Distrik Pasir Putih menyambut hangat inisiatif ini. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih karena hasil kebun mereka terserap pasar tanpa perlu bersusah payah melakukan perjalanan jauh. Bayangkan kelegaan mereka, hasil panen yang tadinya mungkin terancam terbuang, kini menjadi sumber pendapatan yang berarti.
Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, program ini memperkuat ikatan empati antara prajurit dan masyarakat. Interaksi langsung dalam proses jual beli menciptakan jembatan kepercayaan dan kehangatan emosional. Ini adalah gambaran nyata bagaimana TNI Manunggal dengan Rakyat, bukan hanya slogan, tetapi terwujud dalam tindakan nyata.
Langkah Satgas Yonif 4 Marinir ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian di Papua Tengah melampaui aspek keamanan. Ia juga berfokus pada penguatan fondasi ekonomi lokal, yang pada akhirnya akan membangun kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
(PERS)





































