MAYBRAT - Di tengah teriknya matahari Papua Barat Daya, semangat kebersamaan membara di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Pada Minggu, (8/3/2026), Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir tak hanya menjalankan misi penjagaan, namun merajut erat tali persaudaraan dengan masyarakat melalui aksi gotong royong yang menyentuh hati.
Lebih dari sekadar tugas, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dan rakyat, sebuah kolaborasi yang langsung menjawab kebutuhan fundamental warga. Jalinan sosial terukir kuat saat prajurit bahu-membahu bersama masyarakat, menunjukkan bahwa kehadiran mereka lebih dari sekadar pengamanan, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan lokal.
Sentuhan sejarah terasa kental saat tangan-tangan kokoh para prajurit dan warga membersihkan makam tokoh penyebar ajaran Kristen pertama di Aifat. Rumput liar yang tumbuh tak terkendali di sekeliling situs bersejarah ini disingkirkan, disapu bersih, dan dirapikan dengan penuh hormat. Bagi masyarakat Aifat, tempat ini bukan sekadar batu nisan, melainkan jejak warisan yang patut dijaga kelestariannya.
Tak berhenti di situ, semangat membangun tak kalah berkobar. Di Kampung Aisa, sebuah jembatan penghubung antar desa yang vital bagi mobilitas warga kini mulai berdiri. Sebelumnya, perjalanan melintasi jalur berlumpur menjadi tantangan berat, terutama saat musim penghujan. Kini, impian akan akses yang lebih mudah dan aman terwujud berkat kerja keras bersama.

Senyum lebar dan ucapan terima kasih tak henti mengalir dari warga. Kehadiran prajurit Marinir disambut hangat, seolah menjadi pelipur lara sekaligus tangan penolong dalam setiap denyut kehidupan mereka. Mereka merasakan langsung dampak positif dari dedikasi para prajurit yang melampaui batas tugas pengamanan.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak Marinir yang selalu hadir membantu masyarakat. Dengan kerja sama seperti ini, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan kebersamaan antara warga dengan prajurit semakin kuat, ” ujar Sepi Asem (47), tokoh masyarakat Kampung Aisa, dengan mata berbinar penuh haru.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M. Tr.Opsla., menegaskan komitmennya. Ia memandang kegiatan gotong royong sebagai strategi penting untuk merajut kedekatan dan mendukung pembangunan di wilayah penugasan.
“Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap hubungan persaudaraan antara prajurit dan warga semakin erat serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan, ” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar membersihkan dan membangun, kegiatan ini menanamkan benih kebersamaan yang diharapkan terus tumbuh subur di Distrik Aifat. Lingkungan yang bersih, akses yang membaik, dan hubungan yang harmonis menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga serta membangun masa depan perbatasan yang lebih cerah.
(PERS)







































