INTAN JAYA - Minggu pagi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, terasa berbeda. Usai mengikuti ibadah bersama jemaat GKII Antiokha Sugapa, prajurit Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 713/Satya Tama berbaur dengan masyarakat, memeriksa kesehatan warga, membagikan makanan ringan, serta memberikan Alkitab dan rosario, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian Satgas Yonif 713/ST terhadap masyarakat di wilayah penugasan. Ibadah dipimpin Pendeta Musa Sinaga dan dihadiri Letda Inf Heri Sasewa, Lettu Ckm dr. I Komang Pandu, serta personel Satgas Mobile Yonif 713/ST.
Setelah ibadah, tim kesehatan yang dipimpin Lettu Ckm dr. I Komang Pandu memeriksa kondisi jemaat dan tokoh gereja. Warga juga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Suasana semakin hangat ketika prajurit membagikan snack kepada anak-anak. Pembagian Alkitab dan rosario juga menjadi bentuk dukungan terhadap kehidupan spiritual masyarakat sekaligus simbol pesan kasih, persaudaraan, dan harapan.
Komandan Satgas Yonif 713/ST Letkol Inf Widyastomo Eko Nugroho, S.I.P., M.H.I., menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun kedekatan melalui kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
“Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan masyarakat. Keamanan harus berjalan seiring dengan kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk membantu sesama. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan TNI dan masyarakat semakin erat, ” tegasnya.
Di sela kegiatan, para prajurit tampak berbincang dengan warga dan bermain bersama anak-anak. Interaksi tersebut menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan antara personel Satgas dengan masyarakat Sugapa.
Bagi warga, kehadiran prajurit dalam ibadah dan kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk perhatian yang memberi rasa aman sekaligus menghadirkan kebahagiaan. Satgas Yonif 713/ST pun berupaya terus membangun hubungan positif dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan penuh persaudaraan.
Minggu di Sugapa itu akhirnya bukan sekadar ibadah bersama. Dari gereja, pemeriksaan kesehatan, hingga senyum anak-anak Papua, prajurit Yonif 713/ST membawa satu pesan sederhana: menjaga keamanan juga berarti merawat kemanusiaan dan menumbuhkan harapan.
(PERS)

















































