PAPUA - Di tengah heningnya lereng hijau Beoga, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, terukir sebuah kisah kemanusiaan yang sederhana namun bermakna dalam. Bukan dengan senjata atau barikade, tapi dengan senyum tulus dan tangan terbuka, para prajurit Satgas Yonif 700 Wira Yudha Cakti (WYC) menyapa warga membeli hasil bumi para petani, menyemai semangat baru di ladang-ladang yang selama ini sunyi dari perhatian.
Dipimpin oleh Lettu Inf Rahmadanu, para prajurit Pos Beoga melaksanakan kegiatan pembelian hasil panen langsung dari tangan para petani lokal, Sabtu (05/04/2025). Ubi-ubian, sayur mayur segar, dan buah-buahan lokal yang selama ini sulit dijual, kini laris diborong oleh para prajurit dengan harga layak dan wajah ramah.
"Mereka bukan sekadar petani, tapi pahlawan pangan di tengah keterbatasan. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga menjadi bagian dari denyut ekonomi lokal, " ucap Lettu Inf Rahmadanu, yang memimpin kegiatan dengan penuh empati.
Bagi warga Beoga, momen ini lebih dari sekadar transaksi ekonomi. Kehadiran TNI memberi dorongan moral dan rasa dihargai sebuah hal yang tak ternilai di wilayah yang masih jauh dari sentuhan pembangunan.
Tak hanya memborong hasil tani, para prajurit juga berbagi ilmu seputar pertanian dan ketahanan pangan, sebagai upaya membangun ketangguhan ekonomi dari akar rumput.
Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, menyampaikan apresiasi atas kegiatan penuh cinta ini.
"Ini adalah wujud konkret pengabdian prajurit TNI. Mereka tak hanya bertugas di medan operasi, tetapi juga mengangkat martabat rakyat lewat aksi nyata. Ketulusan Satgas 700 WYC memborong hasil tani warga Beoga adalah bentuk dukungan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, " ujarnya bangga.
Di Kampung Beoga, di balik sunyinya ladang terpencil, cinta dan harapan terus bertumbuh dipupuk oleh tangan-tangan tulus para prajurit yang tak hanya menjaga tanah air, tetapi juga menumbuhkan kehidupan di dalamnya.
Authentication:
Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono