PANGKEP SULSEL - Malam minggu di Gazebo Jalan Beringin Pangkajene kini menjadi ajang silaturahmi penuh makna. Pengurus DPD JNI Pangkep berkumpul menikmati suasana santai ditemani kopi hangat dan gorengan gratis. Namun lebih dari itu, malam tersebut menjadi saksi lahirnya sebuah rencana besar untuk masa depan pertanian lokal.Sabtu malam (5/4/2025)
Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkep, Herman Djide, bersama jajaran pengurus lainnya. Mereka datang tidak hanya untuk berbagi cerita, tapi juga melakukan konsultasi bersama warga terkait rencana pencanangan penanaman ubi jalar di lahan seluas 1 hektar di wilayah Parang Luara.
Herman Djide menyampaikan bahwa ubi jalar merupakan salah satu komoditas unggulan yang perlu didorong pengembangannya. Menurutnya, selain mudah dibudidayakan, ubi jalar juga memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi kesehatan dan bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
“Ubi jalar kaya akan serat, antioksidan, dan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Bahkan saat ini sudah mulai dikembangkan menjadi produk-produk seperti keripik, tepung, hingga susu ubi jalar, ” ungkap Herman di hadapan warga. Ia berharap potensi ini dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Parang Luara.
Rencana penanaman ubi jalar ini akan dimulai setelah musim panen padi selesai. Dengan dukungan dari JNI dan kolaborasi warga, lahan seluas satu hektar akan dijadikan pilot project yang nantinya bisa diperluas. “Kita mulai dari satu hektar dulu, sambil melihat potensi pasar dan pengolahan hasilnya, ” ujar salah satu pengurus JNI.
Kegiatan malam itu tidak hanya diisi dengan diskusi. Sajian kopi dan gorengan yang disiapkan secara gotong royong oleh warga menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan. Anak-anak bermain, orang tua berbincang, dan para pemuda terlibat aktif mendengar serta memberi masukan terkait program pertanian ini.
Beberapa warga menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka berharap program ini bisa menjadi solusi tambahan pendapatan, apalagi ubi jalar memiliki pasar yang cukup luas baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri pangan. “Kalau dikelola serius, ini bisa jadi peluang besar, ” kata Pak Rahman, salah satu warga.
DPD JNI Pangkep juga berkomitmen untuk mendampingi warga dalam setiap tahapan—mulai dari penanaman, perawatan, hingga pelatihan pengolahan hasil panen. Ini menjadi bagian dari upaya mereka menggerakkan jurnalisme yang tidak hanya melaporkan, tapi juga berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Malam minggu itu pun ditutup dengan semangat dan optimisme. Dari gazebo sederhana, tak hanya aroma kopi dan gorengan yang merebak, tapi juga semangat baru menuju pertanian mandiri dan inovatif. Parang Luara kini tak hanya dikenal karena kehangatan warganya, tapi juga karena langkah nyatanya menatap masa depan. ( Ince Arifin)