Pejabat Negara Kompak Absen Open House Idul Fitri 2026

6 hours ago 6

JAKARTA - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan tidak akan menggelar tradisi open house atau gelar griya di kediamannya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk keteladanan pimpinan legislatif dalam mengimplementasikan arahan kesederhanaan dari pemerintah pusat.

Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. SE tersebut menginstruksikan seluruh menteri dan pejabat negara untuk menahan diri agar tidak berlebihan dalam menyelenggarakan acara open house Lebaran.

Inisiatif Mensesneg ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo mengingatkan jajarannya untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama mengingat masih banyak warga di Sumatera yang tengah berjuang menghadapi situasi bencana.

Tidak hanya dari pimpinan dewan, para menteri dalam Kabinet Merah Putih pun mengambil sikap serupa. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara gamblang menyatakan akan absen dalam perayaan Idul Fitri kali ini. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa keputusan meniadakan open house ini merupakan salah satu upaya penghematan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengimbau para menteri, kepala lembaga, dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak menggelar open house saat Hari Raya Idul Fitri dengan kemewahan yang berlebihan. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi bangsa yang masih dilanda bencana serta situasi global yang penuh tantangan.

Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo menekankan pentingnya memberikan teladan kesederhanaan kepada masyarakat. Beliau berujar, “Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat, tetapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga nggak jalan nanti, ”. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |