Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Rutan Balikpapan Berjalan Konsisten, Ibadah Minggu Didampingi GBIS Sangkakala dan Jamaah Ramadhan Penuhi Masjid Asyuhada

6 days ago 11

BALIKPAPAN — Bagaimana Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Balikpapan memastikan seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, terutama di bulan suci Ramadhan? Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kepribadian yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026, dengan menghadirkan layanan ibadah bagi warga binaan dari berbagai agama.

Pada Minggu pagi, warga binaan beragama Nasrani mengikuti ibadah Minggu yang berlangsung dengan khidmat di dalam rutan. Kegiatan ini didampingi oleh jemaat dari GBIS Sangkakala yang memberikan pelayanan rohani, doa bersama, serta penguatan spiritual bagi para peserta. Suasana ibadah berlangsung penuh ketenangan dan kebersamaan, mencerminkan semangat toleransi serta pembinaan yang humanis.

Sementara itu, bagi warga binaan beragama Islam, kegiatan pembinaan keagamaan dilanjutkan dengan Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid As Syuhada Rutan Balikpapan. Pelaksanaan shalat berjamaah di bulan suci Ramadhan tersebut diikuti dengan antusias oleh warga binaan, sehingga masjid tampak ramai oleh jamaah yang ingin meningkatkan ibadah dan memperkuat spiritualitas selama Ramadhan.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Bab II tentang Hak dan Kewajiban Tahanan, Anak, dan Warga Binaan pada Pasal 7 dan Pasal 9 huruf a, yang menegaskan bahwa setiap tahanan dan narapidana berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.

“Pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan adalah hal yang sangat penting. Kami berkomitmen memberikan ruang dan fasilitas bagi setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya, sehingga pembinaan spiritual dapat berjalan dengan baik dan menjadi bekal positif saat mereka kembali ke masyarakat, ” ujarnya.

Melalui kegiatan pembinaan kepribadian yang inklusif dan berkelanjutan ini, Rutan Balikpapan terus berupaya menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, toleran, dan religius, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral serta spiritual warga binaan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |