Pendekatan Humanis Satgas Yonif 753 Berhasil Amankan Senjata di Kiwirok

13 hours ago 3

BINTANG - Di tengah riuh rendah upaya menjaga kedamaian di tanah Papua, sebuah kisah keberhasilan kembali terukir. Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 753/Avant Garde (AVT) melalui Pos Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Senin malam (23/03/2026) sekitar pukul 23.05 WIT, berhasil mengamankan satu pucuk senjata api beserta amunisi. Ini bukan sekadar cerita tentang penyitaan, melainkan bukti nyata betapa pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan dapat membuka pintu dialog dan kepercayaan.

Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras dan ketekunan tim satgas dalam melakukan kegiatan penggalangan terhadap kelompok di wilayah tersebut. Dengan sabar dan tulus, mereka membangun jembatan komunikasi yang humanis, perlahan tapi pasti menumbuhkan rasa percaya. Pendekatan inilah yang akhirnya membuka jalan untuk memperoleh informasi krusial mengenai keberadaan senjata yang dicari.

Berbekal informasi berharga tersebut, tim satgas bergerak sigap. Menuju lokasi yang tersembunyi di antara pepohonan hutan sekitar Kampung Popohigin, mereka melaksanakan misi pengamanan. Proses penyerahan senjata berlangsung dalam suasana yang tenang, tertib, dan tanpa sedikit pun gejolak. Sebuah gambaran harmonis yang jarang terjadi, tercipta berkat komunikasi yang baik.

Dari operasi yang penuh kehati-hatian ini, berhasil diamankan satu pucuk senjata laras panjang yang canggih, satu magazen jenis SS, serta 30 butir munisi kaliber 5, 56 mm, semua produksi dalam negeri. Barang bukti tersebut kini telah berada di bawah penjagaan ketat Pos Kiwirok, siap untuk proses lebih lanjut.

Komandan Satgas Swasembada, Brigjen TNI Heldi Wira, S.I.P., M.Si., dengan bangga menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari sinergi yang kuat di lapangan dan peningkatan rasa percaya masyarakat terhadap aparat keamanan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat. Kami akan terus mengedepankan pendekatan dialog dan pembinaan guna menciptakan situasi yang aman dan damai secara berkelanjutan di Papua, ” ujar Brigjen TNI Heldi Wira, kepada media, Rabu (25/3/2026).

Beliau menambahkan, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang rentan ini, memastikan bahwa kedamaian dapat diraih tanpa harus memicu konflik di tengah masyarakat. Pengamanan senjata ini menjadi saksi bisu bahwa strategi persuasif, yang berangkat dari hati ke hati, mampu memberikan hasil yang nyata dan memperkuat upaya menciptakan situasi kondusif serta keamanan yang berkelanjutan di tanah Papua.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |