Perangkat Starlink Bantuan Wapres Terbengkalai di Gayo Lues

1 hour ago 1

GAYO LUES - Sebuah harapan untuk terhubung kembali dengan dunia luar bagi warga penyintas bencana di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini terbungkus rapi dalam kardus. Perangkat internet satelit Starlink, yang seharusnya menjadi jembatan komunikasi penting, justru terdiam membisu karena minimnya pemahaman teknis di kalangan warga.

Perangkat canggih ini merupakan donasi berharga dari Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka, yang diterima oleh warga saat mereka terpaksa mengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK) Blangkejeren pasca-banjir dahsyat yang melanda akhir tahun 2025. Setelah kembali menempati rumah hunian sementara (huntara), perangkat tersebut dibawa pulang ke desa, diresmikan sebagai fasilitas bersama yang diharapkan dapat segera memberikan manfaat.

Namun, impian untuk memanfaatkan teknologi ini terhalang oleh kendala yang tak terduga. Aparat desa, yang sejatinya menjadi ujung tombak dalam pengelolaan fasilitas, mengaku belum memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengoperasikan perangkat tersebut. Akibatnya, selama kurang lebih satu bulan, alat tersebut hanya tersimpan aman di dalam kardusnya, menunggu sentuhan keahlian yang tak kunjung datang.

Kepala Desa Agusen, Ramadhan, mengungkapkan rasa frustrasinya saat ditemui di desanya pada Rabu (18/03/2026). Ia baru teringat kembali keberadaan perangkat vital itu ketika sejumlah pewarta datang untuk meliput kondisi pascabencana. Saat itulah, perangkat tersebut dicoba dipasang dan dinyalakan kembali, sekadar untuk memastikan apakah masih berfungsi.

"Kenapa ini ya? waktu di pengungsian bisa kami gunakan, karena belum dilakukan aktivasi layanan kali ya, gak paham saya, " tutur Ramadhan dengan nada bingung.

Perangkat internet satelit itu memang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dinyalakan, namun sayangnya, koneksi ke jaringan internet tidak dapat terjalin. Sebuah ironi ketika teknologi mutakhir justru tak berdaya di tangan mereka yang paling membutuhkan.

Kendati demikian, semangat warga Agusen tak pernah padam. Keinginan kuat untuk segera memanfaatkan perangkat ini begitu terasa. Bahkan, mereka siap untuk mengumpulkan dana secara swadaya demi membiayai langganan layanan internet, atau bahkan memanfaatkan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) jika memungkinkan.

Keberadaan internet satelit ini, menurut Ramadhan, sangat krusial, terutama bagi warga Agusen yang masih tinggal di huntara. Di tengah masa pemulihan pascabencana, kemampuan untuk berkomunikasi dengan keluarga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, menjadi kebutuhan primer.

Ramadhan pun melayangkan harapan tulus agar ada pendampingan dan bantuan teknis dari pihak terkait. Ia percaya, dengan sentuhan ahli, perangkat Starlink ini dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat desa, menghapus jejak ketidakberdayaan teknologi di tengah kesulitan. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |