
CILACAP, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan, Wahyudi, menghadiri kegiatan Bantuan Sosial dan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan di Lapas Kelas I Semarang pada Senin (09/03). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan selama bulan suci Ramadan.
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XIII DPR RI, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi atau yang mewakili, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah Mardi Santoso, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah. Turut hadir pula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Dalam rangkaian acara, dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada perwakilan keluarga warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta memperkuat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula penyerahan simbolis sebanyak 10.000 mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah Semarang. Mushaf Al-Qur’an tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Al-Fatihah Semarang, Bambang Eko Purnomo, kepada Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang memberikan pesan-pesan keagamaan serta motivasi spiritual kepada para peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin menutup rangkaian acara dengan doa bersama dan berbuka puasa bersama, mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan di bulan Ramadan.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan dapat terus diperkuat, sejalan dengan upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan bermakna.








































