Probolinggo - Dalam upaya mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo, Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Lumajang dan rombongan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia, menggelar survey lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tahap III dan IV, yang berlangsung di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (10/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo, mendampingi rombongan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dipimpin oleh Kolonel Czi Asril Arifin dan Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi beserta jajaran.
Kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tersebut, menargetkan pembentukan sekitar 150 batalyon setiap tahun hingga 2029. Selain fungsi pertahanan, Yonif TP dirancang untuk mendukung pembangunan wilayah, pemberdayaan lahan tidur, swasembada pangan serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo menyampaikan, bahwa pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Yonif TP yang berada di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Senduro, tepatnya diatasnya eks Siti Sundari.
“Perhutani mendukung penuh dan memfasilitasi kebutuhan negara untuk penguatan pertahanan nasional. Kemarin rombongan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan survey langsung. Lokasi yang di survey hanya di Desa Burno karena lokasinya bagus dan dinilai sangat strategis, dengan kondisi topografi lahan yang relatif rata dibandingkan usulan wilayah lainnya”, tuturnya.
Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, menyampaikan bahwa Yonif TP memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga pembangunan daerah dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Selain fungsi pertahanan, Yonif TP dirancang untuk untuk mendukung pembangunan wilayah, penguatan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan serta program prioritas seperti makan bergizi gratis. Nantinya setiap batalyon akan mengelola lahan sekitar 60 hektar yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Lokasi tersebut dipilih karena kawasan hutan yang berada di Desa Burno tersebut masuk dalam kritera yang dibutuhkan dalam membangun Yonif TP, yang memiliki akses yang cukup baik serta luasan lahan yang dinilai memadai untuk pembangunan fasilitas batalyon dan pengembangan lahan produktif”, pungkasnya.
Dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Yonif TP, diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi sekaligus juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah adan mendorong kemandirian pangan dan perekonomian masyarakat serta pemanfaatan lahan secara produktif.@Red.











































