Probolinggo - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo, Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Lumajang, menggelar koordinasi kebencanaan sekaligus membahas rencana kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sebagai bentuk mitigasi bencana dalam menyikapi cuaca ekstrim akhir-akhir ini, terutama di kawasan hutan dan lahan, yang berlangsung di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, pada Selasa (10/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho, S.Sos beserta jajaran.
Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo menyampaikan, bahwa kerja sama ini sangat krusial mengingat Perhutani memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi bencana di kawasan hutan yang rawan bencana alam seperti bencana banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan serta bencana alam yang terjadi baru-baru ini yaitu adanya erupsi Gunung Semeru.
"Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan dan memastikan langkah preventif dan respons cepat dan tepat jika terjadi kejadian yang tak diinginkan di kawasan hutan dan wilayah desa penyangga yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi", ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho, S.Sos, mengapresiasi langkah Perhutani KPH Probolinggo yang proaktif dalam membangun sinergi dan koordinasi kebencanaan secara berkelanjutan.
"Penanggulangan dan mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama, Perhutani memiliki penguasaan lapangan (RPH/BKPH) yang kuat, sehingga kolaborasi ini mempermudah mobilisasi SDM dan alat berat jika diperlukan evakuasi. Keterlibatan Perhutani dalam pemetaan wilayah rawan bencana akan memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan efektivitas penanganan kebencanaan, " jelasnya.
Sinergi dan mitigasi bencana terpadu ini diharapkan dapat menekan angka kejadian bencana serta mengurangi dampak kerugian ekologis, sosial dan ekonomi di wilayah sekitar hutan.@Red.








































