PADANG – Polda Sumatera Barat memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026 melalui program “Pulang Basamo 2026”. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur perjalanan, tetapi juga meliputi pemeriksaan kesehatan sopir hingga penyambutan pemudik dengan tradisi Makan Bajamba saat tiba di Ranah Minang.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, Polri memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan para perantau yang pulang kampung. Pengawalan akan dilakukan terhadap sekitar 250 unit bus yang diberangkatkan dalam dua gelombang.
“Kita kawal sejak keberangkatan. Di setiap titik pemberhentian, tim medis kepolisian akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para sopir agar mereka tetap dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, ” kata Gatot dalam keterangannya.
Untuk menjaga kondisi pengemudi dan kelancaran perjalanan, Polda Sumbar juga menyiapkan tiga titik rest area strategis di Jalur Lintas Sumatera, yakni Palembang, Jambi, dan perbatasan Sumatera Barat.
Selain pengawalan ketat, pemudik yang tiba di Sumatera Barat juga akan disambut dengan pendekatan budaya. Setibanya di Ranah Minang, rombongan perantau direncanakan mengikuti tradisi Makan Bajamba, yakni makan bersama dalam satu nampan yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Minangkabau.
Tradisi tersebut akan dikemas sebagai buka puasa bersama bagi para pemudik setelah menempuh perjalanan panjang lintas provinsi.
“Kami ingin menyambut keluarga dan dunsanak yang pulang kampung dengan hangat. Makan Bajamba ini menjadi bentuk silaturahmi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, ” ujarnya.
Polda Sumbar optimistis skema pengawalan, pengaturan rest area, serta pemeriksaan kesehatan sopir secara berkala dapat menekan risiko kecelakaan selama arus mudik.
Program Pulang Basamo 2026 diharapkan mampu mewujudkan tema mudik tahun ini, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, sekaligus menunjukkan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat.
(Berry)







































