LIMA PULUH KOTA – Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama Polres Limapuluh Kota menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat korban bencana alam yang tinggal di hunian sementara di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Acara dipimpin Kabag Perencanaan Polres Limapuluh Kota Kompol Aprinal Lubis dan dihadiri pejabat utama Polres Limapuluh Kota, unsur Muspika Kecamatan Gunung Omeh, Wali Nagari Koto Tinggi Insanul Rijal, personel Polres Limapuluh Kota dan Polsek Suliki, serta masyarakat penghuni huntara.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan pelaksanaan salat Magrib dan Tarawih berjamaah yang digelar di area depan hunian sementara dengan memanfaatkan dua unit tenda.
Kapolsek Suliki IPTU Doni Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Sumbar terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, memberikan semangat serta membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit, ” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Polda Sumbar bersama Polres Limapuluh Kota menyalurkan bantuan sosial berupa 60 paket sembako kepada para kepala keluarga yang tinggal di huntara.
Selain itu, setiap kepala keluarga juga menerima bantuan peralatan rumah tangga berupa magic jar untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan sosial tersebut juga melibatkan tim relawan dari Yayasan Arta Graha Peduli yang turut menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Meski cuaca sempat mendung, acara berlangsung lancar dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menghadapi dan bangkit dari dampak bencana.
(Berry)





































