PADANG – Guna mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pemudik, Polda Sumatera Barat secara resmi menerapkan sistem satu arah atau one way di jalur utama Padang–Bukittinggi selama periode arus mudik Idul Fitri 1447 H. Kebijakan ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat Singgalang 2026 dan akan diberlakukan secara situasional berdasarkan evaluasi kondisi lapangan.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menjelaskan bahwa penerapan sistem one way ini didasarkan pada hasil evaluasi pelaksanaan mudik tahun-tahun sebelumnya. “Penerapan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan, meningkatkan keselamatan, serta meminimalisir potensi konflik arus di jalur utama, ” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat peresmian sistem di jalur Padang–Bukittinggi, Kamis (19/3).
Ia merinci, sistem one way akan diberlakukan dengan skema waktu tertentu. Dari arah Padang menuju Bukittinggi, sistem ini akan aktif mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Sementara itu, dari arah Bukittinggi ke Padang, pemberlakuan one way dijadwalkan pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Namun, Kapolda menekankan bahwa jadwal ini bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan volume kendaraan yang terpantau di lapangan.
Selain fokus pada rekayasa lalu lintas, Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat selama masa pengamanan mudik berlangsung. Personel di lapangan diminta untuk senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin timbul. Polda Sumbar juga telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik strategis. Pos-pos ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi penting.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa personel telah disiagakan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan untuk mendukung kelancaran penerapan sistem one way. “Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas serta memperhatikan jadwal one way agar tidak terjebak dalam antrean panjang, ” imbau Kombes Pol Susmelawati Rosya. Ia menambahkan bahwa pengamanan akan dilakukan selama 24 jam penuh, termasuk di jalur-jalur menuju destinasi wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus kendaraan selama libur Lebaran.
Polda Sumbar berharap dengan penerapan sistem one way ini, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik di wilayah Sumatera Barat dapat merasakan rasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan mereka.






































