Prof. Mia Amiati: Sholat Ied Bersama Keluarga

2 weeks ago 7

Jakarta - Sholat Idul Fitri adalah sholat yang dilakukan oleh umat Muslim pada hari raya Idul Fitri, yang merupakan hari pertama bulan Syawal dalam kalender Hijriah dimana pelaksanaan sholat Idul Fitri dapat dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan selama bulan Ramadhan.

Adapun makna Filosofisnya, pelaksanaan sholat Ied Fitri dapat dimaknai secara luas, yaitu:

1. Kembali ke Fitrah

Idul Fitri berarti “hari raya kembali ke fitrah”, yaitu kembali ke keadaan asli dan suci. Sholat Idul Fitri mengingatkan kita untuk kembali ke fitrah kita, yaitu keadaan suci dan bersih sebelum kita dilahirkan.

2. Pembersihan Diri

Sholat Idul Fitri merupakan proses pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu berusaha membersihkan diri dan meningkatkan kualitas diri.

3. Keseimbangan antara Diri dan Tuhan

Sholat Idul Fitri merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan hubungan kita dengan Tuhan dan diri sendiri. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan diri dan kewajiban kepada Tuhan.

4. Persatuan dan Kesatuan

Sholat Idul Fitri merupakan kesempatan untuk umat Muslim berkumpul dan bersatu dalam ibadah. Ini mengingatkan kita bahwa kita semua adalah bagian dari satu umat dan harus selalu berusaha menjaga persatuan dan kesatuan.

5. Menghargai Waktu

Sholat Idul Fitri mengingatkan kita bahwa waktu adalah sesuatu yang berharga dan harus dihargai. Ini mengingatkan kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya.

6. Mengingat Akhirat

Sholat Idul Fitri mengingatkan kita akan akhirat dan hari kiamat. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan amal dan kebaikan kita agar kita dapat mencapai kebahagiaan di akhirat.

Dengan demikian, sholat Idul Fitri memiliki makna filosofis yang dalam dan luas, yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan diri sendiri, Tuhan, dan akhirat, serta untuk menjaga keseimbangan dan persatuan dalam hidup kita.@Red 

Oleh: Prof. (HCUA) Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |