Rayakan HUT ke-1147 Kota Kediri dengan Tradisi Manusuk Sima dan Santunan Yatim

1 day ago 6

KEDIRI KOTA - Suasana khidmat menyelimuti Tirtayasa Park, Kota Kediri, pada Senin (27/7/2026), saat Upacara Tradisi Manusuk Sima dan Penyaluran Santunan Anak Yatim BLT DBHCHT Tahun 2026 digelar. Mewakili Kapolres Kediri Kota, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., turut hadir dalam acara puncak peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri yang mengusung tema "Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi."

Tradisi Manusuk Sima, yang berakar dari Prasasti Kwak tahun 879 Masehi, bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat akan jejak sejarah panjang Kota Kediri, sebuah warisan yang patut kita jaga bersama. Kehadiran Wakapolres bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bukti nyata sinergi erat antara kepolisian dan pemerintah daerah. Kami sangat antusias dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya ini, sekaligus memastikan setiap agenda penting daerah berjalan kondusif.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini dipadati oleh berbagai elemen penting. Turut hadir Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimmudin Thoha, S.Pd.I., unsur Forkopimda, kepala instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta 1.402 penerima manfaat BLT Yatim DBHCHT Tahun 2026. Sungguh sebuah kebahagiaan melihat begitu banyak pihak bersatu demi kemajuan Kota Kediri.

Rangkaian acara diawali dengan alunan merdu musik gamelan dan tarian penyambutan yang memukau, dilanjutkan dengan prosesi sakral Upacara Adat Manusuk Sima. Penyerahan Prasasti Kuwak kepada Wali Kota Kediri menjadi momen bersejarah, disusul dengan sambutan dari para pemimpin daerah yang penuh makna.

"Prosesi Manusuk Sima ini adalah momentum berharga untuk kita mengenang sejarah panjang Kota Kediri. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi, melestarikan warisan budaya kita, memperkuat kerukunan, serta tak henti menghadirkan inovasi demi mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni), " ujar Wali Kota Kediri.

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI pun turut mengapresiasi komitmen Pemkot Kediri. "Kami sangat menghargai konsistensi Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga tradisi Manusuk Sima sebagai bentuk pelestarian sejarah. Kementerian Kebudayaan siap terus bersinergi, termasuk melalui program revitalisasi museum dan penguatan cagar budaya, " katanya.

Lebih dari sekadar upacara adat, kegiatan ini juga menjadi wadah penyerahan berbagai penghargaan dan bantuan. Mulai dari penyerahan Surat Keputusan Cagar Budaya Nasional Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri, sertifikat cagar budaya, penghargaan bagi atlet berprestasi dunia, santunan BPJS Ketenagakerjaan, hingga penyerahan simbolis BLT Yatim DBHCHT 2026 kepada 27 anak yatim yang didampingi penuh oleh Forkopimda, termasuk kami dari Polres Kediri Kota.

Melalui kehadiran kami di setiap agenda penting seperti ini, kami menegaskan komitmen Polres Kediri Kota untuk senantiasa mendukung program pemerintah daerah, menjaga kamtibmas, serta memperkuat sinergi lintas sektor. Kami percaya, dengan kebersamaan, kita dapat terus melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |