BALIKPAPAN - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan panen sayuran pakcoy yang dilaksanakan pada Jumat (20/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang secara berkelanjutan dikembangkan.
Panen pakcoy tersebut merupakan hasil dari proses budidaya yang melibatkan warga binaan secara aktif, mulai dari tahap penyemaian benih, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di bawah pendampingan petugas Subsi Bimbingan Kegiatan, dengan tujuan memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi diri warga binaan. Menurutnya, melalui kegiatan pertanian, warga binaan tidak hanya dilatih keterampilan teknis, tetapi juga dibentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat kerja.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menciptakan pembinaan yang menyeluruh. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat. Di bulan Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri mereka, ” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subsi Bimbingan Kegiatan, Edy Cahyono, menjelaskan bahwa budidaya pakcoy membutuhkan proses yang teliti dan konsisten. Warga binaan diberikan pemahaman mengenai teknik dasar bercocok tanam, seperti pengolahan media, pengaturan pola tanam, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama secara sederhana.
Dengan adanya program ini, Rutan Kelas IIA Balikpapan berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang aplikatif, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki kesiapan untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pembinaan.















































