Satgas Antang Hadir di Sugapa: Borong Tani, Bagikan Alkitab, Bangun Kebersamaan

2 days ago 4

INTAN JAYA - Kehangatan menyelimuti Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, saat Satgas Yonif 631/Antang menunjukkan sisi lain dari tugas pengamanan. Lebih dari sekadar menjaga perbatasan, para prajurit TNI ini hadir dengan hati, merajut kebersamaan melalui berbagai kegiatan menyentuh hati, Kamis (19/3/2026).

Dipimpin langsung oleh Pasiter Satgas, Kapten Inf Rustam Bullo, interaksi prajurit dengan warga Sugapa berlangsung akrab. Mereka tidak hanya mendengarkan keluhan, tetapi juga membuka ruang dialog yang tulus, membangun fondasi kepercayaan yang kokoh.

Program ROSITA, sebuah inisiatif mulia untuk memborong hasil pertanian warga, menjadi bukti nyata kepedulian Satgas terhadap perekonomian lokal. Langkah ini memberikan solusi konkret bagi para petani dalam memasarkan hasil panen mereka, sekaligus menjadi suntikan semangat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

Tak berhenti di situ, perhatian Satgas juga merambah pada aspek spiritual. Pembagian Alkitab kepada warga yang mayoritas memeluk agama Nasrani menjadi wujud dukungan terhadap kehidupan rohani, memperkaya batin di tengah keseharian.

Kapten Inf Rustam Bullo menegaskan komitmen mendalam TNI untuk hadir di setiap denyut kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berbagi kebahagiaan serta mempererat tali persaudaraan, ” ujarnya, menyampaikan esensi dari kehadiran mereka.

Sambutan antusias dari warga Sugapa menjadi cerminan keberhasilan pendekatan humanis ini. Mereka merasakan langsung manfaat ganda, baik dari segi ekonomi yang terangkat maupun dukungan moral yang menguatkan.

“Kami sangat senang dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka membantu kami membeli hasil kebun dan juga memperhatikan kehidupan kami, ” tutur Wilisae (45), salah seorang warga Sugapa, mengungkapkan rasa syukurnya yang tulus.

Kehadiran Satgas Yonif 631/Antang di Sugapa bukan sekadar cerita tentang tugas, melainkan sebuah kisah nyata tentang bagaimana pendekatan humanis mampu menumbuhkan harapan, mempererat persaudaraan, dan membawa kebahagiaan di tanah Papua. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |