LANNY JAYA - Di tengah selimut kabut tebal yang menyelimuti perbukitan Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Selasa (10/3/2026), terjalin sebuah momen kehangatan yang menyentuh hati. Para prajurit dari Satgas Yonif 408/Sbh tak sekadar menjalankan tugas rutin, namun juga merangkul erat masyarakat setempat, khususnya para 'mama-mama Papua' di Kampung Andugume. Kepedulian mereka terpancar nyata saat memborong hasil kebun yang dijual sederhana di pinggir ladang.
Pagi itu, sekumpulan mama Papua duduk di atas tanah beralaskan rerumputan, menjajakan hasil panen mereka: ubi yang menggoda selera, sayuran hijau segar, dan aneka hasil bumi lainnya yang menjadi denyut nadi perekonomian keluarga mereka. Saat melintas dalam rangkaian kegiatan operasional, langkah para prajurit Satgas Yonif 408/Sbh terhenti. Pandangan mereka tertuju pada sosok-sosok mama Papua yang gigih menjajakan hasil jerih payah mereka. Tanpa ragu, sapaan ramah terlontar, disusul dengan aksi membeli hasil panen yang digelar apa adanya.
Bagi para prajurit berseragam loreng ini, tindakan sederhana tersebut jauh melampaui sekadar transaksi jual beli. Ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian mendalam dan dukungan tulus terhadap kerja keras warga yang menggantungkan hidup dari kekayaan tanah Papua. Di tengah udara pegunungan yang sejuk, pemandangan prajurit duduk berdampingan dengan para mama Papua, bertukar cerita ringan yang dihiasi senyum hangat, menciptakan aura keakraban tanpa sekat yang berarti.
Danpos Andugume, Kapten Inf Nur Ikhsan, mengungkapkan bahwa kedekatan dengan masyarakat adalah pilar utama dalam menjalankan tugas Satgas di tanah Papua.
“Ketika kami melihat mama-mama duduk menjual hasil kebun dengan segala keterbatasan, hati kami tersentuh. Apa yang mereka bawa mungkin terlihat sederhana, tetapi itu adalah hasil kerja keras mereka. Kami ingin hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan membantu sebisa mungkin, ” ujar Kapten Inf Nur Ikhsan.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti membeli hasil kebun warga merupakan cara prajurit untuk tidak hanya mendukung roda perekonomian masyarakat, tetapi juga secara fundamental mempererat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat.
Salah seorang mama Papua, dengan mata berbinar haru, berbagi pengalamannya atas perhatian yang diberikan para prajurit Satgas.
“Kami senang bapak-bapak TNI datang. Mereka selalu menyapa kami, duduk bersama, dan membeli hasil kebun kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri di sini, ” tuturnya.
Di bawah langit dingin pegunungan Andugume, kebersamaan yang terjalin melalui gestur sederhana ini menghadirkan kehangatan yang tak ternilai. Momen ini menjadi saksi bisu bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terus hidup dan berdenyut melalui kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran nyata di jantung masyarakat pedalaman Papua.





































