Sebulan Bersama, TMMD Purworejo Berakhir: Warga Berat Berpisah dengan Satgas

1 week ago 3

PURWOREJO - Sebulan bekerja dan hidup berdampingan membuat hubungan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo dengan warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terasa seperti keluarga. Kini, menjelang penutupan TMMD pada 13 Agustus 2026, suasana haru mulai menyelimuti desa tersebut, Senin (10/8/2026).

Selama hampir satu bulan, prajurit Satgas tidak hanya bertemu warga saat mengerjakan pembangunan fisik. Mereka juga berbagi cerita, makan bersama hingga duduk melepas lelah setelah seharian bekerja. Kebiasaan sederhana itu perlahan membangun kedekatan dan rasa kekeluargaan.

Bagi warga Watuduwur, berakhirnya TMMD bukan sekadar selesainya program pembangunan. Ada rasa kehilangan karena para prajurit yang selama ini hadir setiap hari akan segera meninggalkan desa.

Sugiono, warga Desa Watuduwur, mengaku senang sekaligus berat menghadapi berakhirnya program tersebut. Ia mengatakan kebersamaan selama sebulan membuat hubungan warga dengan anggota Satgas semakin dekat.

“Selama satu bulan ini kami sudah seperti keluarga. Hampir setiap hari bertemu, bekerja bersama, makan bersama, dan saling bercanda. Jadi kalau nanti Bapak-Bapak TNI kembali, pasti terasa sepi, ” ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, manfaat TMMD tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur yang kini mulai bisa dirasakan warga. Lebih dari itu, program tersebut meninggalkan pengalaman dan semangat gotong royong yang menurutnya patut dipertahankan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Banyak sekali yang sudah dilakukan untuk desa kami. Semoga hubungan baik ini tidak berhenti meskipun TMMD sudah selesai, ” katanya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Kalau bisa jangan dilupakan kami di sini. Kami juga tidak akan melupakan Bapak-Bapak TNI yang sudah bekerja bersama kami, ” tutur Sugiono.

Selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-129, Satgas bersama masyarakat mengerjakan berbagai sasaran pembangunan di Desa Watuduwur. Salah satunya pembangunan jalan rabat beton yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas warga.

Kini, waktu kebersamaan itu tinggal menghitung hari. Bagi Satgas TMMD, Watuduwur bukan lagi sekadar lokasi penugasan. Sebulan berada di tengah masyarakat telah meninggalkan cerita tentang kerja bersama, gotong royong, dan persaudaraan yang diharapkan tetap terjaga meski program TMMD resmi berakhir.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |