PANGKEP – Komitmen membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia terus ditunjukkan SDN 17 Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Selain meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, sekolah ini juga memperkuat pendidikan keagamaan melalui program ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) bagi siswa kelas I, II, dan III.
Kepala SDN 17 Tabo-Tabo, Andi Satar AR, S.Pd., Gr., saat ditemui di sela-sela kesibukannya Senin (20/7/2026) membenahi taman sekolah, Senin (20/7/2026), mengatakan bahwa program BTQ merupakan salah satu prioritas sekolah dalam memberikan bekal pendidikan agama sejak usia dini.
Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an merupakan dasar penting yang perlu dimiliki setiap anak. Karena itu, sekolah berinisiatif menambah waktu belajar khusus agar siswa memperoleh pembelajaran yang lebih maksimal.
Ia menjelaskan, khusus siswa kelas I yang biasanya menyelesaikan pembelajaran pada pukul 10.00 WITA, diberikan tambahan waktu sekitar satu jam untuk mengikuti kegiatan BTQ. Program tersebut berlangsung secara rutin di ruang kelas.
Pembelajaran BTQ dibimbing langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam. Selain belajar membaca Al-Qur'an, siswa juga diajarkan menulis huruf-huruf hijaiyah sehingga kemampuan mereka berkembang secara seimbang.
Andi Satar mengatakan, kebijakan tersebut lahir dari kepedulian sekolah terhadap kondisi sebagian siswa yang di rumah mengalami keterbatasan akses untuk belajar mengaji. Tidak semua anak memiliki kesempatan mendapatkan guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur'an. Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena kesulitan mendapatkan guru mengaji di rumah, " ujarnya.
Ia mengaku, pengalaman masa kecil turut menginspirasi lahirnya program tersebut. Dahulu, kegiatan mengaji di sore hari lebih banyak berfokus pada membaca Al-Qur'an, sementara pembelajaran menulis huruf hijaiyah masih sangat terbatas.
"Pengalaman itulah yang menjadi pelajaran bagi kami. Karena itu di SDN 17 Tabo-Tabo kami menambah pelajaran ekstrakurikuler BTQ agar anak-anak tidak hanya lancar membaca, tetapi juga mampu menulis Al-Qur'an dengan baik, " tambahnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari para guru yang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran BTQ. Anak-anak tampak bersemangat belajar karena metode yang digunakan disesuaikan dengan usia mereka sehingga lebih mudah dipahami.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an, kegiatan BTQ juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai disiplin, kesabaran, tanggung jawab, serta kecintaan kepada ajaran agama sejak dini.
Pihak sekolah berharap, bekal pendidikan agama yang diberikan sejak bangku sekolah dasar akan menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan karakter yang baik, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Melalui inovasi sederhana namun penuh makna ini, SDN 17 Tabo-Tabo menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal, membaca, dan menulis Al-Qur'an sebagai bekal kehidupan di masa depan. ( Herman Djide)
















































