NUSAKAMBANGAN – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan pada Kamis (16/07/2026). Sebanyak 150 mahasiswa didampingi 25 dosen dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melaksanakan kegiatan studi lapangan untuk mengenal lebih dekat sistem pemasyarakatan sekaligus mendalami berbagai program pembinaan yang dijalankan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremonial penyambutan rombongan mahasiswa di Wisma Sari Nusakambangan. Setelah itu, para peserta melanjutkan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan untuk mengikuti kegiatan studi lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori di bangku perkuliahan dengan praktik penyelenggaraan pemasyarakatan di lapangan.
Agar kegiatan berlangsung efektif, seluruh mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang mengikuti rangkaian kegiatan secara bergantian dalam dua sesi. Pada setiap sesi, mahasiswa melakukan wawancara dan penggalian informasi secara langsung kepada petugas pemasyarakatan serta 9 pasangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses pembinaan, kehidupan warga binaan selama menjalani masa pidana, hingga berbagai upaya yang dilakukan dalam mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat.
Setelah kegiatan wawancara selesai, rombongan diajak mengunjungi berbagai workshop pembinaan kemandirian yang menjadi unggulan Lapas Permisan, di antaranya workshop batik, bengkel kerja, bakery, serta unit pembinaan produktif lainnya. Para mahasiswa dan dosen tampak antusias menyaksikan secara langsung proses produksi sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai program pembinaan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Galeri Lapas Permisan, tempat berbagai hasil karya warga binaan dipamerkan. Beragam produk seperti batik, kerajinan kulit, dan produk kreatif lainnya berhasil menarik perhatian rombongan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa maupun dosen yang membeli produk-produk tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kualitas karya hasil pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Permisan, Dedi Cahyadi, menyambut baik pelaksanaan studi lapangan tersebut sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemasyarakatan.
"Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi mahasiswa mengenai sistem pemasyarakatan di Indonesia. Melalui interaksi langsung dengan petugas dan warga binaan, mahasiswa dapat melihat bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani pidana, tetapi juga tentang proses pembinaan, pemberdayaan, dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat, " ujar Dedi.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai sarana edukasi sekaligus memperkenalkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan. Diharapkan kunjungan akademik seperti ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.






















































