SMK Muhammadiyah 1 Palu Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop dan Baitul Arqam

6 hours ago 1

PALU, Sulawesi Tengah— SMK Muhammadiyah 1 Palu (Muhipa) terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan melalui workshop peningkatan mutu pendidikan bagi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) dan kepala program keahlian.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Aula SMK Muhipa dan dirangkaikan dengan Baitul Arqam.

Workshop dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Dr. Mustamin Idris, M.Pd. Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas manajerial dan profesionalisme para pengelola pendidikan di lingkungan SMK Muhipa.

Menurut Mustamin, Wakasek dan kepala program keahlian memiliki peran penting dalam memastikan proses pendidikan berjalan secara efektif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Ia menegaskan, peningkatan mutu sekolah tidak cukup hanya dengan mengandalkan ketersediaan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, kualitas kepemimpinan, tata kelola sekolah, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi faktor yang tidak kalah penting.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesamaan visi dan memperkuat komitmen seluruh unsur sekolah untuk menjadikan SMK Muhipa semakin maju, unggul, dan mampu melahirkan lulusan yang kompeten serta berkarakter, ” ujar Mustamin.

Ia menjelaskan, penggabungan workshop dengan Baitul Arqam juga memiliki makna strategis. Penguatan kompetensi profesional para pengelola sekolah diharapkan berjalan seiring dengan pendalaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan pendekatan tersebut, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter serta integritas para pendidik dan pengelola pendidikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Sulawesi Tengah, Dr. Fery, S.Sos., M.Si.; Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sulawesi Tengah, Slamet Indradi, S.P., M.Pd.; serta Kepala SMK Muhipa, Siti Rahma, S.Pd., M.M.

Workshop juga menghadirkan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Tengah, Dr. Saharuddin, M.Pd., sebagai narasumber.

Saharuddin mendorong agar workshop tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pemaparan materi, tetapi menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.

Menurutnya, sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian antara lain penguatan tata kelola sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan program keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Fery menekankan pentingnya Baitul Arqam sebagai bagian dari proses pembinaan bagi para pengelola pendidikan Muhammadiyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan sekaligus membangun integritas serta karakter kepemimpinan.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, SMK Muhipa diharapkan semakin mampu membangun tata kelola pendidikan yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan dalam menjalankan pendidikan.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pengelolaan pendidikan, serta menyusun langkah pengembangan sekolah agar semakin responsif terhadap tantangan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. (*)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |