GOWA, SULSEL - Sebanyak 66 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Gowa, mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Komite OSIS Nasional, dengan tema Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi, yang dimana program ini merupakan edukasi dan sosialisasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan dunia pendidikan, termasuk para guru, pelajar dan pengurus OSIS, untuk membangun budaya integritas sejak dini. Kegiatan berlangsung di Aula SMPN 1 Bajeng, di Jalan Batang Banoa No. 3, Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Senin (27/7/2026)
Ketua Umum Komite OSIS Nasional, H.Rd, Ahmad Wahyu Saputra, menyampaikan pendidikan dan pelatihan ini, dilaksanakan selama 3 hari, mengangkat tema "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" bekerjasama dengan KPK, LPDP dan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pusdiklat Komite OSIS Nasional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya dalam menciptakan pembina OSIS yang profesional dan berintegritas.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para tenaga pendidik dan para pengurus OSIS dapat memperkuat kapasitasnya dalam membimbing peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan, dalam memberantas korupsi, " ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, sangat mengapresiasi kegiatan Komite OSIS Nasional yang bertemakan Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi.
Taufiq Mursad, juga berharap dengan adanya kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten Gowa, terutama peningkatan kualitas guru dan siswa.
"Ini kesempatan yang mahal, karena tidak semua daerah berkolaborasi dengan Komite OSIS Nasional Indonesia. Semoga pelatihan ini betul - betul dimanfaatkan oleh para peserta, " ujarnya.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Gowa, Sutopo, juga menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 27 Juli sampai dengan tanggal 29 Juli 2026.
"Ada sebanyak 66 sekolah yang diundang didalam kegiatan ini, dari tanggal 27 Juli sampai dengan tanggal 29 Juli. Tanggal 27 yaitu kegiatan luring, dari pukul 08.00 - 14.00 WITA sedangkan tanggal 28-29 Juli yaitu daring, dari pukul 12.00-pukul 14.30 WITA, " jelasnya.
Kata Sutopo, yang ikut didalam kegiatan tersebut, ada Kepala Sekolah, bendahara sekolah, dan guru serta diikutkan juga 2 orang siswa.
Didalam pendidikan dan pelatihan ini, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa dalam mengelola dana pendidikan secara optimal, dengan menghadirkan beberapa narasumber dari LPDP dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(Shanty)











































