MAYBRAT - Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda di wilayah perbatasan dengan memberikan pendidikan kebangsaan kepada para pelajar di SD YPPK Kahrio, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dilakukan prajurit TNI untuk menanamkan nilai persatuan, semangat nasionalisme, serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak usia dini, khususnya di daerah perbatasan RI–PNG.
Dalam kegiatan tersebut, para prajurit memberikan materi wawasan kebangsaan dengan metode yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami para siswa. Selain mengenalkan nilai persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia, para pelajar juga diperkenalkan pemanfaatan teknologi sebagai sarana penunjang pendidikan.
Komandan Satgas Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan motivasi serta menambah wawasan para pelajar di wilayah perbatasan agar lebih mengenal teknologi dan semakin semangat dalam menuntut ilmu. Kami berharap kehadiran Satgas tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah perbatasan, ” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda di wilayah perbatasan memiliki peran penting sebagai penerus bangsa yang harus dibekali dengan nilai kebangsaan yang kuat.
“Generasi muda di perbatasan adalah masa depan bangsa. Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, serta semangat persatuan kepada para pelajar sejak dini, ” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga kegiatan interaktif seperti menyanyikan lagu-lagu nasional bersama para prajurit.
Para pelajar juga diajak berdiskusi ringan mengenai arti penting persatuan, toleransi, serta semangat kebhinekaan sebagai identitas bangsa Indonesia.
Salah satu siswi kelas VI, Brigita, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru dalam belajar.
“Kami senang bisa mengetahui hal-hal baru tentang teknologi menggunakan laptop. Kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar, ” ungkapnya.
Pihak sekolah turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan prajurit Marinir tersebut karena dinilai mampu memberikan motivasi serta wawasan kebangsaan kepada para siswa.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar di wilayah Kabupaten Maybrat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
(PERS)













































