Tari Trauma Healing untuk Remaja Korban Bencana di Tanah Datar

3 hours ago 3

TANAH DATAR - Di tengah kepedihan pasca bencana hidrometeorologi, Sanggar Seni Banda Sawah Pinang di Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, hadirkan senyuman dan kekuatan melalui seni tari. Pertunjukan memukau ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah medium penyembuhan emosional bagi para remaja yang terdampak. Para perantau yang kembali ke kampung halaman pun disambut meriah dengan alunan musik dan gerakan indah yang membangkitkan semangat.

Sekelompok remaja dengan penuh semangat menampilkan tari-tarian tradisional Minang di pinggir jalan Pasar Malalo, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, pada Minggu (22/03/2026). Pemandangan ini menjadi bukti nyata kepedulian komunitas seni terhadap kesejahteraan mental generasi muda di wilayah yang porak-poranda akibat banjir bandang dan longsor.

Wirda, salah satu pengurus sanggar, mengungkapkan keprihatinannya mendalam atas luka batin yang dialami anak-anak seusai bencana. "Habis bencana, anak ini mentalnya pada kena. Terus ini bisa mengalihkan pikiran anak-anak, karena ada latihan, ada semacam tampil gini, jadi mereka lupa dengan trauma kemarin, " tuturnya dengan nada prihatin namun penuh harapan.

Pertunjukan ini digelar rutin selama dua hari berturut-turut, dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, di dua lokasi berbeda. Sanggar tari ini selalu siap beraksi, termasuk dalam agenda penyambutan kegiatan pulang bersama, demi memberikan penampilan terbaik mereka. Busana adat khas Ranah Minang yang membalut para penari menambah semarak suasana, bertepatan dengan agenda tahunan Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) yang bersamaan dengan kegiatan pulang basamo.

"Setiap tahun memang tampil seperti ini. Terus sekalian ini pulang basamo tambah meriah. Dilaksanakannya memang di hari pertama Lebaran dan hari kedua, " jelas Wirda, menambahkan bahwa kehadiran mereka memberikan warna tersendiri pada momen kebersamaan.

Kecamatan Batipuah Selatan memang menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak bencana di Sumatera Barat. Di Nagari Guguak Malalo, 144 unit bangunan mengalami kerusakan dengan kerugian mencapai Rp17, 2 miliar. Sementara itu, di Nagari Padang Laweh Malalo, 20 unit bangunan terdampak dengan kerugian Rp4, 5 miliar. Di tengah puing-puing dan duka, seni tari ini menjadi secercah cahaya harapan, mengobati luka, dan merajut kembali kekuatan jiwa para remaja Malalo. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |