GOWA, SULSEL - Dua Desa, di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dilanda musibah sejak pukul 04.00 WITA subuh dini hari, khususnya di desa Bontoala dan Desa Taeng.
Hasil pemantauan di Desa Bontoala, sebanyak 50 rumah rusak, bagian atapnya terangkat dan terbang oleh terjangan angin puting beliung, meski demikian tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Berbeda di Desa Taeng, hasil dari pemantauan, ada sekitar 8 rumah yang rusak, 2 rumah rusak parah, dan tidak ada korban jiwa maupun juga luka-luka.
Saat dikonfirmasi Kepala Desa Taeng, tidak ada di tempat, sedang sakit, jadi tidak masuk, ujar, Sekretaris Desa Taeng, Muhammad Kasim.
Muh Kasim, yang dimintai tanggapannya terkait bencana angin puting beliung yang melanda wilayahnya, mengatakan yang terdampak ada 8 rumah yang rusak.
"Yang paling parah itu ada dua rumah, di kampung Jingara, Dusun Gantarang, atapnya terangkat semua, dan temboknya juga ikut hancur, akibat terjangan angin kencang puting beliung, sehingga temboknya terhambur, "ungkapnya, Kamis (5/3/2026)
Tahun lalu, katanya, desanya tidak ada mengalami kejadian bencana seperti itu, baru tahun ini, terjadi musibah terjangan angin puting beliung, pada warganya.
Sudah dikumpulkan semua data-data dari warga yang terdampak, dari KTP, KK dan foto juga ikut dilampirkan, agar mereka cepat dapat bantuan dari Pemerintah.
"Sekarang ini, kami mau menyurat ke Dinsos, BAZNAS dan juga Dinas Perkimtan, berharap bantuan bisa secepatnya datang, karena sangat dibutuhkan warga, "kuncinya.(Shanty)














































