PURWOREJO - Pengecoran jalan penghubung Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, dengan Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, tinggal menyisakan sekitar 100 meter. Sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo itu kini memasuki tahap akhir dan dikebut agar segera rampung 100 persen, Senin (10/8/2026).
Jalan rabat beton yang dibangun memiliki panjang 1.392 meter, lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Satgas TMMD bersama masyarakat terus bergotong royong menyelesaikan bagian terakhir pembangunan tersebut.
Sisa 100 meter menjadi pekerjaan penting bagi Satgas karena jalan tersebut menghubungkan dua desa, dua kecamatan, sekaligus dua kabupaten. Setelah selesai, akses ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, termasuk aktivitas pertanian dan pengangkutan hasil panen.

Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja mengatakan seluruh personel bersama masyarakat terus memaksimalkan waktu dan tenaga untuk menuntaskan pekerjaan.
“Alhamdulillah, pengerjaan pengecoran jalan sudah memasuki tahap akhir. Saat ini tinggal sekitar 100 meter lagi yang harus kami selesaikan. Kami bersama masyarakat akan terus memaksimalkan pengerjaan agar sasaran ini dapat mencapai 100 persen sesuai target, ” ujar Ketut.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat yang selama pelaksanaan TMMD ikut bekerja bersama prajurit di lapangan. Semangat gotong royong menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan.
“Ini bukan hanya hasil kerja Satgas TMMD, tetapi juga hasil kebersamaan dan gotong royong seluruh masyarakat. Kami berharap jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mampu meningkatkan akses serta perekonomian warga di kedua wilayah, ” katanya.
Dengan tersisanya sekitar 100 meter, Satgas dan masyarakat kini memasuki fase akhir pembangunan. Setiap tahapan pengecoran dikejar agar jalan dapat segera digunakan masyarakat sesuai target yang telah ditetapkan.
Jika seluruh pekerjaan rampung, jalan tersebut diharapkan menjadi akses strategis bagi warga Purworejo dan Wonosobo untuk menunjang mobilitas, kegiatan pertanian, pendidikan, serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
(Agung)
















































