TANGERANG– Kesibukan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk wisatawan internasional membuat personel kepolisian dituntut menguasai Bahasa Inggris. Tanpa komunikasi yang baik, pelayanan prima sulit diberikan.
Merespons itu, Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggelar pelatihan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris lanjutan, Selasa (21/7).
Kegiatan dipimpin langsung Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana dan berlangsung di Ruang Aula Lantai 5 Terminal 2 & 3.
“Bahasa Inggris adalah bekal penting bagi anggota di lapangan. Saya harap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, disiplin, dan berkelanjutan agar benar-benar bermanfaat dalam pelaksanaan tugas, ” ujar Wisnu.
*Belajar Sambil Praktik di Terminal*
Pelatihan ini tidak hanya teori. Peserta langsung turun ke lapangan untuk praktik. Materi yang diberikan meliputi Practice Giving Directions, Handling lost items case, hingga Writing Exercise - lost item report.
Narasumber dihadirkan langsung dari Sebasa Lemdiklat Polri. Ada Gadik Madya Pembina TK.I Debby Y. Rompas dan Banumsubbagevadasi Briptu Labaika Wilda Fisabilillah.
Metode yang dipakai interaktif dan disesuaikan dengan situasi yang sering dihadapi polisi di bandara.
Kabag SDM Polresta Bandara Soetta Kompol Mujenah Apriyanti menutup kegiatan tersebut.
Ia menekankan prinsip komunikasi: percaya diri, ramah, dan tetap tegas. Serta penerapan "4 kata sakti" dalam pelayanan yakni, Sorry, Excuse me, Please, dan Thank you.
Diberi Penghargaan, Jadi Motivasi
Sebagai bentuk apresiasi, dua peserta terbaik mendapat reward. Mereka adalah Ipda Tony Hidayat dan Merikagita Widik Saputro.
Program ini merupakan program unggulan Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Tujuannya jelas, meningkatkan kemampuan komunikasi personel agar bisa melayani masyarakat dan wisatawan mancanegara dengan lebih profesional.(Humas)











































