BELU - Menjelang perayaan Idulfitri 2026, TNI Angkatan Darat di garis depan perbatasan menunjukkan ketangguhannya. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad kembali membuktikan kesigapannya dalam menjaga kedaulatan negeri. Kali ini, mereka berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 15 karung pakaian bekas atau yang dikenal sebagai 'ball press' yang mencoba masuk dari Timor Leste ke Indonesia.
Pengungkapan ini terjadi berkat jalinan kedekatan dan kepercayaan yang telah dibangun personel Pos Nunura, Kompi 1, dengan masyarakat di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Informasi berharga datang langsung dari warga setempat.
“Melalui kepercayaan yang telah terbangun dengan warga, Danpos Nunura, Letda Arm David Partogi Sagala, menerima informasi terkait adanya aktivitas mencurigakan sekelompok orang yang membawa barang diduga ball press dari arah Timor Leste menuju wilayah Indonesia dan mengumpulkannya di salah satu rumah warga, ” demikian keterangan Penkostrad, Kamis (19/3/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Pos Nunura segera bergerak melakukan patroli dan penyergapan di titik-titik yang diduga menjadi jalur perlintasan barang ilegal. Upaya ini membuahkan hasil.
Dalam pelaksanaan patroli, personel berhasil mengamankan dua karung ball press yang dibawa oleh seorang tukang ojek menggunakan sepeda motor. Tidak berhenti di situ, penyisiran lebih lanjut di lokasi pengumpulan barang ilegal mengungkap 13 karung ball press lainnya yang disembunyikan di dalam sebuah rumah warga di Dusun Kotafoun B. Total barang bukti yang berhasil diamankan pun mencapai 15 karung.
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Erlan Wijatmoko, mengapresiasi keberhasilan ini.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Satgas dengan masyarakat di wilayah perbatasan, ” kata Letkol Arm Erlan Wijatmoko.
Ia menambahkan bahwa dalam setiap tindakan, personel Satgas senantiasa bertindak profesional dan mengedepankan prosedur serta peraturan yang berlaku. Kehati-hatian dan ketelitian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka. (PERS)

































