Unsongi Jadi Desa Wisata, Kolaborasi PT Vale dan Pemkab Morowali Angkat Potensi Lokal

6 days ago 14

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, kini mulai diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan tersebut ditandai dengan peluncuran Desa Wisata Unsongi yang merupakan hasil kolaborasi PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan masyarakat.

Peluncuran Desa Wisata Unsongi berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) dan dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah melalui booth interaktif.

Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Pengembangan wisata tidak hanya diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, tetapi juga menjaga lingkungan dan kekayaan budaya yang menjadi identitas Desa Unsongi.

Desa Unsongi memiliki sejumlah potensi yang dinilai layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Lanskap alam yang masih asri, tradisi tenun lokal yang terus dipertahankan, serta berbagai kearifan budaya masyarakat menjadi modal penting dalam membangun destinasi wisata berbasis komunitas.

Melalui konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat, warga ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi.

Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat dalam mengelola destinasi, menyediakan layanan wisata, mengembangkan produk lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Community Development Officer IGP Morowali, Salwa, mengatakan keberhasilan pengembangan Desa Wisata Unsongi sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak.

“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik, ” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan gambaran bagaimana pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat bekerja bersama untuk mendorong pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, ” tambahnya.

Pengembangan desa wisata tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari penataan destinasi hingga peningkatan kapasitas masyarakat. Pengelola akan mendapatkan pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung.

Potensi UMKM lokal juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan wisata. Produk seperti kain tenun dan kuliner khas Desa Unsongi diharapkan dapat menjadi daya tarik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, wisatawan nantinya tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal budaya, tradisi, kerajinan, dan kehidupan masyarakat lokal.

Namun, geliat pariwisata juga harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Meningkatnya aktivitas dan kunjungan wisata berpotensi menambah volume sampah sehingga pengelolaannya perlu dipersiapkan sejak awal.

Karena itu, dalam rangkaian peluncuran Desa Wisata Unsongi, PT Vale turut menghadirkan booth edukasi pengelolaan sampah.

Masyarakat, pelajar, dan pengunjung diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Edukasi juga dilengkapi dengan demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi.

Kegiatan dibuat secara interaktif melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik sederhana. Anak-anak dan pelajar terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Sebab, keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.

Peluncuran Desa Wisata Unsongi sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan dapat berjalan secara bersamaan.

Ke depan, kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat melalui program pemberdayaan, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pengelola wisata, serta edukasi lingkungan.

Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Desa Unsongi diharapkan mampu tumbuh menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu contoh pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Kabupaten Morowali.

Lebih dari sekadar destinasi baru, Desa Wisata Unsongi diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat, tempat budaya lokal terus hidup, dan lingkungan tetap terjaga.

Kolaborasi yang dibangun sejak awal menjadi modal penting agar potensi tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Unsongi.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |