RWOKERTO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menggelar kegiatan praktik pemulasaran jenazah bagi warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Lapas dengan tujuan memberikan pemahaman serta keterampilan kepada warga binaan mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, Kamis(12/03/2826).

Dalam kegiatan tersebut, para warga binaan mendapatkan penjelasan mengenai tahapan-tahapan pemulasaran jenazah yang benar. Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami setiap proses dengan lebih jelas dan mendalam.
Adapun praktik yang dilakukan meliputi memandikan jenazah, mengkafani jenazah, menyolatkan jenazah, hingga proses menguburkan jenazah. Dengan adanya praktik secara langsung tersebut, warga binaan dapat mengetahui tata cara yang tepat dalam penyelenggaraan jenazah sesuai dengan tuntunan agama.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rohani yang bertujuan meningkatkan pengetahuan keagamaan warga binaan.
"Melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keterampilan yang bermanfaat dan dapat diterapkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, ” ujarnya.
Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, Lapas Purwokerto terus berupaya memberikan program yang positif dan bermanfaat bagi warga binaan. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, keterampilan dalam pemulasaran jenazah diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk berkontribusi di lingkungan masyarakat setelah selesai menjalani masa pembinaan.
(Humas Lapas Purwokerto)






































