PANGANDARAN JAWA BARAT – Polres Pangandaran resmi memulai pembangunan Masjid Pesat Gatra yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di area Mako Polres Pangandaran, Jumat (6/3/2026) siang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan dihadiri oleh Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., tokoh agama, serta jajaran unsur pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Pangandaran.
Dalam sambutannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Pesat Gatra merupakan bentuk komitmen institusi kepolisian dalam meningkatkan fasilitas pelayanan. Tidak hanya diperuntukkan bagi internal personel Polri, masjid ini nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum.
"Pembangunan masjid ini adalah bagian dari dedikasi kami. Kami ingin masyarakat yang datang ke Polres Pangandaran tidak hanya merasa aman, tetapi juga merasa nyaman dalam beribadah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung penuh rencana ini, " ujar kapolres
Senada dengan Kapolres, Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan tempat ibadah tersebut. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan agar target pembangunan selama enam bulan dapat tercapai.
"Dengan hadirnya masjid ini, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat akan semakin erat. Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga dalam enam bulan ke depan masjid ini sudah bisa digunakan, " tutur Bupati Citra.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat. Selain peletakan batu pertama secara simbolis, dilakukan juga penandatanganan prasasti pembangunan oleh Kapolres dengan didampingi oleh Kepala Kemenag, Ketua MUI KH. Harun Al Aziz, dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pangandaran.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penayangan selayang pandang mengenai proses pembangunan Mako Polres Pangandaran serta perencanaan anggaran pembangunan sebagai bentuk transparansi publik yang berkelanjutan sampai masjid pesat Gatra tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh personil polres dan masyarakat. (Anton AS)





































