SEMARANG - Advokat Zaenal Abidin Petir kembali menorehkan jejak pengabdiannya di dunia hukum. Kali ini, kiprahnya diakui oleh DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang dengan penganugerahan gelar Advokat Dedikasi Luhur Akses Keadilan. Momen berharga ini disematkan dalam Rapat Anggota Cabang (RAC) DPC IKADIN Kota Semarang yang berbarengan dengan perayaan halal bihalal, bertempat di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang pada Sabtu malam, (18/04/2026). Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas perjuangan tanpa henti Zaenal dalam membela mereka yang kerap terpinggirkan.
Nama Zaenal Petir telah lama identik dengan pembelaan terhadap kaum marjinal. Ia tak gentar berdiri di garis depan, membela hak-hak masyarakat kecil dalam berbagai perkara pelik. Mulai dari kasus tragis Gamma, seorang pelajar SMK yang kehilangan nyawa, hingga perjuangan Levi, seorang dosen Untag, serta advokasi tak kenal lelah bagi para pedagang kaki lima, semua menjadi bukti nyata dedikasinya. Pengalamannya ini seringkali membawanya berhadapan langsung dengan pihak berwenang maupun kelompok rentan lainnya, namun semangatnya tak pernah padam.
Ketua DPC IKADIN Kota Semarang, Sunarto, tak sungkan melontarkan pujian atas konsistensi Zaenal dalam memperjuangkan hak setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Zaenal yang secara konsisten memberikan bantuan hukum cuma-cuma (pro bono), berpihak pada masyarakat kecil, serta menghadirkan dampak nyata dalam penegakan keadilan, ” ujar Sunarto.
Sunarto menambahkan bahwa proses pemilihan penerima penghargaan ini dilakukan secara cermat melalui penjaringan dan penilaian internal yang ketat, termasuk polling di kalangan anggota IKADIN. Hal ini memastikan bahwa penghargaan tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi dan pandangan organisasi. Ia juga menyoroti bahwa kepedulian Zaenal terhadap rakyat kecil dan keteguhannya dalam membela hak-hak masyarakat tertindas telah terbukti berulang kali, bahkan ini bukan kali pertama Zaenal menerima penghargaan serupa.
Di sisi lain, Zaenal Petir mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas penghargaan yang tak terduga ini. Baginya, motivasi utama adalah niat tulus untuk membantu sesama, semata-mata demi menegakkan keadilan. “Saya tidak menyangka mendapat penghargaan ini. Niat saya semata-mata membela masyarakat tidak mampu, lillahi ta’ala, untuk menegakkan keadilan, ” ungkapnya.
Penghargaan ini memang diperuntukkan bagi para advokat yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, senantiasa berpihak pada kelompok kurang mampu, serta memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas jangkauan akses keadilan di masyarakat. IKADIN melalui penghargaan ini ingin menumbuhkan semangat pengabdian di kalangan advokat, lebih dari sekadar berorientasi pada aspek komersial industri hukum.
Sunarto menekankan, masih banyak masyarakat yang merasa kesulitan untuk mengakses bantuan hukum karena stigma biaya yang tinggi. IKADIN bertekad menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan keadilan. “IKADIN ingin menjadi jembatan. Kami mendorong anggota untuk memiliki semangat juang dalam membela keadilan, terutama bagi masyarakat yang lemah secara ekonomi maupun pengetahuan, ” jelasnya.
Ia berharap anugerah ini dapat memicu semangat advokat lain untuk terus berkontribusi dalam upaya memperluas akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. RAC DPC IKADIN Kota Semarang juga menjadi forum penting untuk memperkuat solidaritas organisasi dan merumuskan arah perjuangan advokat ke depan.
Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, Rivai Kusumanegara, memandang RAC sebagai ajang strategis untuk memperkokoh persatuan anggota. “Selain penyegaran organisasi, forum ini juga untuk mengonsolidasikan anggota serta menentukan arah perjuangan IKADIN sesuai kearifan lokal masing-masing daerah, ” ujarnya.
Rivai juga menggarisbawahi tantangan penegakan hukum yang kian kompleks di masa mendatang, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP yang baru, serta dinamika pembahasan hukum acara perdata. Ia berharap IKADIN dapat memimpin dalam advokasi sistem hukum yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan keadilan masyarakat. (PERS)












































