KEEROM - Harapan baru hadir di sejumlah kampung binaan Satgas Yonif 643/Wns. Sebanyak 123 unit lampu jalan bertenaga surya atau solar cell dipasang prajurit bersama masyarakat untuk menerangi titik-titik jalan yang sebelumnya minim penerangan, Senin (31/8/2026).
Pemasangan lampu dilakukan melalui kegiatan gotong royong dengan melibatkan prajurit Satgas dan warga. Program tersebut merupakan dukungan Staf Operasi TNI Angkatan Darat (Sopsad) untuk membantu memenuhi kebutuhan penerangan di wilayah kampung binaan.
Ratusan lampu solar cell tersebut dipasang secara tersebar di hampir seluruh jajaran Pos Satgas Yonif 643/Wns. Lokasi pemasangan diprioritaskan pada titik jalan strategis yang sebelumnya gelap saat malam hari.
Penerangan jalan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di wilayah yang aktivitas warganya masih menghadapi keterbatasan fasilitas umum.
Karena itu, pemasangan lampu solar cell diarahkan ke sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penerangan. Selain meningkatkan kenyamanan, program tersebut diharapkan membantu mengurangi potensi kerawanan keamanan dan risiko kecelakaan saat malam hari.
Dansatgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno, mengatakan pemasangan lampu merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemasangan 123 unit lampu solar cell dukungan Sopsad ini kami pusatkan di titik-titik krusial yang selama ini minim penerangan. Selain menjamin keamanan dan kenyamanan mobilitas warga saat malam hari, kegiatan gotong royong ini menjadi momentum untuk terus memelihara kemanunggalan TNI dengan rakyat, ” tutur Letkol Inf Adhi Sumarno.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pemasangan lampu juga menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan selama Satgas menjalankan tugas.
Manfaat penerangan mulai dirasakan masyarakat di kampung binaan. Jalan yang sebelumnya gelap kini mendapatkan penerangan dari lampu bertenaga surya.
Tokoh masyarakat kampung binaan, Beni Mekawa, mengapresiasi kepedulian Satgas dan dukungan TNI AD terhadap kebutuhan warga.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas Yonif 643/Wns dan pimpinan TNI AD. Dengan adanya lampu solar cell tak hanya menerangi sudut-sudut jalan, tetapi juga menghidupkan rasa aman dan semangat kebersamaan di tanah Papua, ” ujar Beni Mekawa.
Ia mengatakan kondisi jalan yang sebelumnya gelap membuat sebagian warga merasa khawatir ketika harus melintas pada malam hari. Dengan adanya penerangan, aktivitas warga dan anak-anak kini dirasakan lebih aman.
“Dulu saat malam jalanan sangat gelap dan warga takut melintas, sekarang kampung kami jadi terang. Aktivitas warga dan anak-anak di malam hari terasa jauh lebih aman, ” lanjutnya.
Program pemasangan solar cell tidak hanya menghadirkan penerangan fisik. Kegiatan tersebut juga memperkuat interaksi antara prajurit dan masyarakat melalui gotong royong.
Warga dan personel Satgas bekerja bersama memasang lampu di sejumlah titik yang telah ditentukan. Kebersamaan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi sekaligus mempererat hubungan sosial.
Penggunaan solar cell juga memberikan solusi penerangan berbasis energi surya pada titik-titik yang membutuhkan fasilitas penerangan jalan.
Bagi masyarakat, lampu yang menyala pada malam hari berarti lebih dari sekadar cahaya. Penerangan memberikan rasa nyaman saat beraktivitas dan membantu warga melintasi jalan kampung dengan lebih aman.
Sementara bagi Satgas Yonif 643/Wns, program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
Ketika malam tiba, 123 lampu solar cell kini menjadi titik-titik cahaya di kampung binaan. Bukan hanya jalan yang terang, tetapi juga tumbuh harapan, rasa aman, dan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Keerom.
(Agung)







































