Tasikmalaya – Suasana khidmat pada Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/7/2026), berubah menjadi riuh tepuk tangan saat sekelompok pelajar dari SMKN Parungponteng menampilkan atraksi pencak silat di hadapan tamu undangan dan ratusan peserta yang hadir.
Penampilan tersebut dibawakan oleh Perguruan Maung Bodas, yang menyuguhkan demonstrasi seni bela diri tradisional dengan penuh semangat dan disiplin. Atraksi diawali dengan gerakan jurus dasar secara berkelompok, kemudian dilanjutkan dengan aksi duel satu lawan satu yang menampilkan teknik bertahan, menyerang, hingga menghindar dengan gerakan yang cepat dan terukur.
Setiap rangkaian gerakan mampu memikat perhatian para tamu undangan, termasuk jajaran TNI, Forkopimda, pelajar, dan masyarakat yang memenuhi lapangan upacara. Tepuk tangan berkali-kali menggema sebagai bentuk apresiasi atas penampilan para pesilat muda tersebut.
Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan itu menjadi simbol bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya bangsa. Melalui pencak silat, para pelajar tidak hanya menunjukkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, rasa hormat, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Penampilan Perguruan Maung Bodas menjadi salah satu rangkaian yang melengkapi pembukaan TMMD ke-129 yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa." Semangat kebersamaan yang diusung program TMMD tampak selaras dengan filosofi pencak silat yang mengajarkan persatuan, pengendalian diri, dan tanggung jawab.
Keikutsertaan pelajar dalam memeriahkan pembukaan TMMD juga menjadi bukti bahwa pembangunan desa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan TNI, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan generasi muda.
Melalui penampilan yang memukau tersebut, para siswa SMKN Parungponteng berhasil memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan semangat pembangunan. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, pencak silat tetap menjadi identitas yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Aksi Maung Bodas di pembukaan TMMD ke-129 bukan sekadar unjuk kemampuan bela diri. Pertunjukan itu menjadi pesan bahwa desa yang maju adalah desa yang mampu membangun infrastruktur sekaligus menjaga nilai, budaya, dan karakter generasi mudanya.
















































