BARRU — Pemerintah Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, menggelar pesta adat Mappadenda tahun 2026 di Lapangan Matajang, Dusun Matajang, pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Lalabata untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan sholawatan yang dilakukan oleh kaum ibu-ibu Desa Lalabata. Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai rangkaian tradisi adat, di antaranya Sere Api dan pertunjukan Pencak Silat.
Pesta adat tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lalabata, Aris Tahir, dan turut dihadiri Camat Tanete Rilau Andi Jaya Tjibu, SE., M.Si., Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta ratusan masyarakat Desa Lalabata.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lalabata Aris Tahir menegaskan pentingnya menjaga keberadaan tradisi adat sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

“Kita selalu mengenang leluhur kita dan menjunjung tinggi orang tua kita terdahulu yang membangun adat dan budaya, di antaranya kegiatan Mappadenda. Kegiatan ini harus selalu dilestarikan, ” kata Aris Tahir.
Menurutnya, Mappadenda bukan sekadar kegiatan adat dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.
Aris Tahir juga menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Mappadenda Desa Lalabata tahun 2026. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kita selalu bersyukur atas terlaksananya kegiatan Mappadenda. Terima kasih atas kehadiran Forkopimcam, seluruh perangkat desa, dan masyarakat yang telah hadir dalam kegiatan Mappadenda Desa Lalabata tahun 2026, ” ujarnya.
Ia berharap tradisi Mappadenda dapat terus diwariskan kepada generasi muda sehingga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan gotong royong yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat.
Pesta adat Mappadenda Desa Lalabata tahun 2026 pun berlangsung penuh keakraban dan antusiasme. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian kuat dalam mempertahankan adat dan budaya warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
(red-jni)
















































