Alarm Bahaya Abrasi, Lahan Pertanian Terancam Hilang! Unpad, Pemcam, dan TNI Bahas Penyelamatan Pesisir Indramayu

1 month ago 23

INDRAMAYU – Pemerintah Kecamatan Patrol bersama Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait riset kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Aula Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Rabu (15/07/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir Kabupaten Indramayu serta merumuskan langkah penanganan berbasis riset ilmiah.

FGD tersebut membahas berbagai persoalan akibat abrasi pantai, mulai dari hilangnya lahan pertanian produktif, menurunnya nilai jual tanah, rusaknya ekosistem pesisir, hingga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan penanganan abrasi secara berkelanjutan.

Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, SE. menyampaikan bahwa persoalan abrasi merupakan tantangan serius yang memerlukan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, hasil penelitian dari dunia akademik akan menjadi masukan penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran bagi masyarakat pesisir.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec, menjelaskan bahwa kolaborasi riset ini bertujuan menghasilkan solusi yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung dalam upaya mitigasi abrasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Indramayu.

Sementara itu, mitra dari Vietnam, Dr. Le Van Cong, membagikan pengalaman negaranya dalam menangani abrasi pantai melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Indramayu dalam menyusun strategi pengelolaan kawasan pesisir yang lebih efektif.

Mewakili Danramil 1614/Anjatan, Danpos Ramil Kec Patrol Serka Agus Nurohman, S.E., S.Kep., Ners., M.M., M.H. menyampaikan, "Melalui Babinsa, TNI - AD siap mendukung setiap program kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Permasalahan abrasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang nyata."

Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Armed Tulus Widodo, S.E., M.Han. mengatakan, "Kodim 0616/Indramayu mendukung penuh kegiatan riset kolaboratif seperti ini. Keputusan yang diambil berdasarkan data dan penelitian akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat, sehingga penanganan abrasi dapat dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menegaskan, "Kolaborasi lintas sektor merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah. Korem 063/Sunan Gunung Jati siap mendukung setiap langkah yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah melalui pemberdayaan masyarakat."

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang dikenal sebagai Jenderal Santri, menyampaikan, "TNI akan selalu hadir bersama rakyat dalam setiap upaya mengatasi persoalan bangsa, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui inovasi, ilmu pengetahuan, dan semangat gotong royong."

Melalui FGD ini diharapkan terbangun kerja sama yang berkesinambungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, serta berbagai mitra nasional maupun internasional dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan untuk mengurangi dampak abrasi, melindungi kawasan pesisir, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |