Apresiasi BKPH Ngampel KPH Padangan untuk Warga Dusun Belah Gelar Sedekah Bumi dan Reog Mudo Utomo

1 month ago 12

Padangan (19/06/2026) - Pada hari Jum’at, 19 Juni 2026, Dusun Belah, Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kembali berdenyut dalam harmoni tradisi dan pelestarian alam. Ratusan warga berkumpul dengan penuh sukacita menggelar ritual tahunan sedekah bumi yang dipadukan dengan gerakan uri-uri (melestarikan) budaya reog. Kegiatan sakral sekaligus meriah ini dipusatkan di Situs Budaya Selo Kandang, sebuah kawasan bernilai sejarah yang terletak di Petak 20 RPH Gowah, BKPH Ngampel. Lokasi yang dikelilingi rindangnya hutan ini menjadi saksi bagaimana kearifan lokal tetap terjaga erat di tengah derasnya arus modernisasi.

Ritual sedekah bumi ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna, melainkan sebuah simbol rasa syukur yang mendalam dari masyarakat Dusun Belah atas kelimpahan hasil bumi, keselamatan, dan kedamaian yang mereka nikmati. Doa-doa bersama dipanjatkan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tanah mereka tetap subur dan masyarakatnya selalu hidup rukun berdampingan. Kemeriahan acara semakin memuncak ketika kelompok Reog Mudo Utomo mulai unjuk gigi di pelataran situs budaya.

Tabuhan kendang, gong, dan selompret yang dinamis mengiringi gerak gagah para penari jathilan dan barongan. Kehadiran Reog Mudo Utomo ini menjadi representasi semangat generasi muda Dusun Belah dalam merawat warisan leluhur. Langkah kaki mereka yang mantap di atas tanah Selo Kandang seolah menegaskan komitmen bahwa seni reog tidak boleh punah, melainkan harus terus hidup dan mengakar di hati masyarakat Tambakrejo.

Kegiatan yang banyak makna nilai gotong royong ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi lintas sektoral. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran aparatur pimpinan daerah dan pemangku kebijakan kehutanan. Tampak hadir di lokasi di antaranya Kepala Dusun Belah, Kepala Desa Turi, perwakilan dari Polsek Tambakrejo, Asper BKPH Ngampel, serta Asper BKPH Kaliaren Timur. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa pelestarian kebudayaan lokal merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan penuh, baik dari pemerintah desa, aparat keamanan, hingga pihak Perhutani.

Imam, selaku Kepala Dusun Belah, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas kekompakan warga serta dukungan dari berbagai instansi yang hadir. Menurutnya, kegiatan di situs Selo Kandang ini memiliki fungsi ganda, yaitu menjaga spiritualitas sekaligus mempererat tali silaturahmi.

"Sedekah bumi dan penampilan Reog Mudo Utomo ini adalah cara kami menghormati tanah leluhur sekaligus mengedukasi anak cucu agar tidak lupa pada jatidirinya. Kami sangat berterima kasih kepada pihak Perhutani dan Polsek yang telah mengizinkan dan mendukung penuh kegiatan ini di kawasan Selo Kandang. Harapan kami, ritual ini bisa terus berjalan setiap tahun demi kelestarian budaya lokal kita, " ujar Imam dalam sambutannya.

Dari sisi pemangku kawasan hutan, Heru Alex selaku Asper BKPH Ngampel memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kesadaran budaya masyarakat Dusun Belah. Pihak Perhutani menilai bahwa kelestarian Situs Budaya Selo Kandang di Petak 20 sangat bergantung pada bagaimana masyarakat memperlakukan tempat tersebut melalui aktivitas-aktivitas positif yang bernafaskan kearifan lokal.

"Kami dari BKPH Ngampel KPH Padangan sangat mendukung penuh kegiatan uri-uri budaya ini. Situs Selo Kandang ini bukan sekadar titik geografis di peta Perhutani, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Ketika masyarakat merawat budayanya di sini, secara tidak langsung mereka juga ikut menjaga dan melestarikan hutan di sekitarnya. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan untuk masa depan hutan dan budaya Bojonegoro, " tegas Heru Alex.

Melalui rangkaian acara sedekah bumi dan pagelaran Reog Mudo Utomo ini, pesan kuat tentang pentingnya menjaga keselarasan antara manusia, budaya, dan alam berhasil disampaikan dengan sangat indah. Kegiatan di Situs Budaya Selo Kandang ini menjadi bukti nyata bahwa kemajuan zaman tidak harus mengorbankan tradisi. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Desa Turi beserta seluruh instansi terkait, warisan leluhur di tanah Tambakrejo ini dipastikan akan tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi-generasi pemuda yang akan datang.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |