Garut – Babinsa Desa Tanjung Anom Koramil 1112/Samarang, Kopka Wahidin M.P, bersama Pemerintah Desa Tanjung Anom dan tokoh masyarakat memediasi penyelesaian kesalahpahaman antara Bapak Ojon dan Bapak Wasno yang dipicu berkurangnya pasokan air bersih akibat musim kemarau. Kegiatan mediasi berlangsung di Madrasah Al-Mujahidin, Kampung Paseh RW 06, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (6/7/2026) pukul 21.00 WIB.
Mediasi dilaksanakan sebagai langkah untuk meluruskan permasalahan agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan keributan antara kedua belah pihak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Anom Bapak Aten Sasa, Kepala Dusun 3 Bapak Deden, Ketua RW sekaligus Tokoh Masyarakat Bapak Wahid, Babinsa Kopka Wahidin M.P., serta Bapak Ojon dan Bapak Wasno.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan dan pendapatnya. Dari hasil musyawarah diketahui bahwa berkurangnya debit air disebabkan oleh kondisi musim kemarau yang mengakibatkan pasokan air bersih menurun, sehingga bukan disebabkan oleh tindakan salah satu pihak. Setelah mendapatkan penjelasan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai serta menjaga hubungan baik sebagai sesama warga.
Kepala Desa Tanjung Anom, Bapak Aten Sasa, mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
"Alhamdulillah, melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan damai. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan serta saling memahami kondisi yang terjadi akibat musim kemarau, " ujar Bapak Aten Sasa.
Kepala Dusun 3 Desa Tanjung Anom, Bapak Deden, berharap masyarakat terus menjaga kerukunan dan mengutamakan komunikasi.
"Berkurangnya pasokan air bersih merupakan dampak kondisi alam yang harus dihadapi bersama. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan perselisihan, " ungkap Bapak Deden.
Sementara itu, Babinsa Desa Tanjung Anom, Kopka Wahidin M.P., menegaskan bahwa Babinsa akan selalu hadir membantu masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan lingkungan.
"Babinsa memiliki tugas untuk menjaga kondusivitas wilayah, termasuk membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat melalui pendekatan persuasif dan musyawarah. Semoga hasil kesepakatan ini dapat menjaga kerukunan warga dan memperkuat semangat kebersamaan, " tutur Kopka Wahidin M.P.
Di tempat terpisah, Komandan Koramil 1112/Samarang, Kapten Caj (K) Muji Rahayu, menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan melalui musyawarah merupakan langkah yang harus terus dikedepankan.
"Babinsa harus selalu menjadi penengah dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis, setiap potensi konflik dapat dicegah sehingga situasi wilayah tetap aman dan kondusif, " ujar Kapten Caj (K) Muji Rahayu.
Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., menegaskan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
"Permasalahan yang timbul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Kodim 0611/Garut mendukung penuh setiap upaya aparat kewilayahan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat, " tegas Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P.
Sementara itu, Komandan Korem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., mengapresiasi langkah cepat aparat kewilayahan dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan masyarakat.
"Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan di lingkungan. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan agar persatuan dan kondusivitas wilayah tetap terpelihara, " ujar Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M.
Melalui mediasi tersebut, kesalahpahaman antara kedua belah pihak berhasil diselesaikan secara damai. Diharapkan seluruh masyarakat Desa Tanjung Anom dapat terus menjaga kerukunan, saling memahami kondisi yang terjadi akibat musim kemarau, serta bersama-sama mencari solusi terbaik dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi kepentingan bersama.

















































