PANDEGLANG, - Hujan deras berintensitas tinggi dalam satu pekan ini mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengakibatkan banjir dibeberapa wilayah, terutama di wilayah Pandeglang selatan.
Hari ini, Selasa (13/1/2026), terpantau banjir melanda Desa Idaman Kecamatan Patia, akibat luapan air sungai Cilemer yang merendam wilayah tersebut.
Sedikitnya 65 Kepala Keluarga (KK) harus rela meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di Mushola Siaga Bencana Ar Rohman, yang saat ini bangunannya masih dalam tahap pekerjaan dari program sosial Yayasan Mengetuk Pintu Langit Cilegon.
Dari pantauan media ini, ketinggian air yang menggenangi permukiman warga dikisaran 2 meter, dan menutup badan jalan, membuat aktivitas warga menjadi lumpuh.
Dalam situasi hujan yang tak kunjung reda, terpantau perangkat desa bersama warga dan relawan bencana mulai melakukan proses evakuasi dengan perlengkapan seadanya, termasuk menggunakan perahu nelayan yang ada.
Kepala Desa Idaman, Ilman, ditemui dilokasi bencana, mengatakan bahwa kondisi di lapangan masih jauh dari kata aman.
“Air masih terus naik dan hujan belum berhenti. Sejak Senin malam kami bersama perangkat desa harus turun langsung mengevakuasi warga yang terjebak di rumah masing-masing, ” ujarnya dengan nada cemas.
Sementara, Endang, relawan dari Yayasan Mengetuk Pintu Langit yang telah bersiaga sejak awal bencana, menggambarkan situasi pengungsian yang semakin padat dan memprihatinkan.
“Hingga siang ini warga masih terus berdatangan. Mushola Ar Rohman, yang berada tepat di depan rumah kepala desa, menjadi tumpuan terakhir. Desa Idaman saat ini terisolasi oleh banjir dan sangat membutuhkan bantuan logistik serta penanganan darurat dari pemerintah, ” tuturnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, banjir masih merendam Desa Idaman. Para pengungsi—yang terdiri dari anak-anak, lansia, dan perempuan—membutuhkan makanan siap saji, air bersih, selimut, layanan kesehatan, serta perhatian langsung dari para pemangku kebijakan.
Bencana ini menjadi panggilan nurani bagi negara, Kehadiran Presiden Republik Indonesia ke-8 Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Gubernur Banten Andra Soni, dan Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani di tengah warga terdampak diyakini akan menjadi suntikan harapan, sekaligus penegasan bahwa negara tidak absen saat rakyat berada dalam kondisi paling rentan.
Di tengah genangan dan keterbatasan, Kasman, sang Jurnalis Desa yang turut menyaksikan langsung peristiwa ini, menutup laporannya dengan doa: Allāhumma irfa‘ ‘annā muṣībatal-faīḍān, wa ṣarrif ‘annal-mā’, waḥfaẓnā wa ahlanā, warzuqnās-salāmata waṣ-ṣabr.
“Ya Allah, angkatlah dari kami musibah banjir ini, palingkanlah airnya, lindungilah kami dan keluarga kami, serta anugerahkanlah keselamatan dan kesabaran.” do'anya (spyn).





































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)
