MAKASSAR – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Andi Abdul Waris Halid, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi pabrik kantong kemasan semen milik PT Conch di Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Ia menegaskan bahwa investasi ini bergerak di sektor kemasan plastik, sehingga tidak akan memicu persaingan tidak sehat dengan industri semen lokal.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Andi Waris saat memimpin rapat pengawasan dan advokasi atas aspirasi dari Aliansi 12 Lembaga serta tiga komunitas masyarakat sekitar, di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, pada Rabu (8/7).
"Saya mendukung penuh investasi pabrik kantong plastik PT Conch di Barru. Ini bukan hanya tentang membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menghadirkan multiplier effect (efek berganda) bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat setempat, " ujar Andi Waris.
Senator peraih suara terbanyak dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan ini juga menyoroti proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Conch yang saat ini masih mandek di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan.
Lebih tegas, Ia meminta instansi terkait segera menuntaskannya sesuai standar operasional prosedur (SOP) demi kepastian hukum investasi.
"Bila proses Amdal ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan, saya akan menginisiasi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPD RI dengan memanggil Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Perindustrian untuk meminta penjelasan, " tegasnya.
Andi Waris meluruskan kekhawatiran publik yang mengaitkan investasi ini dengan ancaman kelebihan pasokan (oversupply) semen di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, polemik tersebut tidak relevan karena lini bisnis yang diajukan PT Conch murni manufaktur kemasan berbahan baku plastik, bukan produksi semen.
"Saya adalah salah satu orang yang mendukung moratorium (penghentian sementara) pembangunan pabrik semen baru karena pasokan di Sulsel sudah oversupply. Namun, pabrik kantong plastik ini adalah jenis usaha yang berbeda. Justru, kehadirannya berpotensi menciptakan sinergi industri, " tambahnya.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Investasi, Kementerian ESDM, Asisten I Pemprov Sulsel, Kepala DLHK Sulsel, DPMPTSP Sulsel, jajaran OPD Pemkab Barru, pimpinan dan anggota Komisi II DPRD, serta perwakilan dari 12 lembaga masyarakat yang mengawal investasi ini.
















































