Bukittinggi Susun APBD 2027: Wako Ramlan Paparkan Proyeksi Keuangan

1 day ago 4

Bukittinggi - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi menyampaikan Nota Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk tahun anggaran 2027. Momen penting ini berlangsung dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Bukittinggi pada Jumat, 10 Juli 2026.

Proses penyusunan APBD yang transparan dan akuntabel ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menegaskan bahwa KUA menjadi fondasi krusial dalam merancang APBD, yang disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif.

"Sesuai ketentuan Pasal 89 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, KUA dan PPAS disusun berdasarkan RKPD. Untuk itu, dalam rapat paripurna ini Pemerintah Kota Bukittinggi menyampaikan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 untuk dibahas bersama DPRD, " ujar Syaiful Efendi.

Dalam paparannya, Wali Kota Ramlan Nurmatias memaparkan proyeksi keuangan detail yang menjadi landasan KUA-PPAS APBD 2027. Ia menyebutkan bahwa pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp568, 41 miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp185, 49 miliar dan Pendapatan Transfer Rp382, 91 miliar. Angka ini mencerminkan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sumber pendanaan daerah.

Sementara itu, total belanja daerah direncanakan sebesar Rp915, 23 miliar. Rinciannya meliputi Belanja Operasi Rp743, 55 miliar, Belanja Modal Rp170, 18 miliar, dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp1, 50 miliar. Perencanaan belanja ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.

Lebih lanjut, Wali Kota Ramlan memaparkan rencana pembiayaan. "Penerimaan pembiayaan direncanakan Rp20 miliar dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, dengan pengeluaran pembiayaan Rp2 miliar untuk penyertaan modal kepada Bank Nagari, sehingga pembiayaan neto mencapai Rp18 miliar, " ungkapnya.

Wako Ramlan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mengelola APBD 2027 dengan penuh ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Upaya ini akan difokuskan pada penguatan anggaran berbasis kinerja, pengendalian belanja yang tidak produktif, serta upaya optimalisasi seluruh potensi pendapatan daerah. Beliau menambahkan bahwa proyeksi ini akan terus disempurnakan melalui diskusi mendalam bersama DPRD, demi memastikan KUA dan PPAS 2027 menjadi landasan yang kokoh untuk penyusunan Rancangan APBD Kota Bukittinggi yang lebih baik.(**)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |