Dengan 70 Hektar Sawah, Bantimurung Hasilkan Rp 2,7 Miliar Lebih dari Padi

20 hours ago 3

TONDONG TALLASA– Panen padi musim rendengan di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Desa Bantimurung, Abd Rahman, mengungkapkan bahwa total hasil panen tahun ini mencapai Rp 2, 7 miliar lebih.

Saat dihubungi melalui sambungan seluler pada Kamis (3/4/2025), Abd Rahman menyampaikan bahwa luas sawah yang dipanen tahun ini mencapai 70 hektar. Dengan rata-rata produksi 6.000 kg per hektar, total hasil panen diperkirakan mencapai 420 ton gabah.

Harga gabah yang saat ini berada di angka Rp 6.500 per kg memberikan keuntungan besar bagi para petani. Dengan total produksi tersebut, nilai ekonomi panen padi musim rendengan tahun ini pun meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita bersyukur panen tahun ini mengalami peningkatan. Para petani bisa menikmati hasil yang lebih baik berkat kondisi cuaca yang mendukung serta penerapan teknik pertanian yang lebih optimal, ” ujar Abd Rahman.

Menurutnya, keberhasilan panen ini tidak lepas dari upaya petani dalam menerapkan pola tanam yang baik, penggunaan benih unggul, serta optimalisasi sistem irigasi yang terus diperbaiki di wilayah tersebut.

Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan pupuk bersubsidi serta pendampingan dari penyuluh pertanian juga turut berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sawah di Bantimurung.

Sejumlah petani setempat mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Mereka berharap harga gabah tetap stabil sehingga keuntungan yang diperoleh dapat digunakan untuk persiapan musim tanam berikutnya.

“Alhamdulillah, panen kali ini cukup baik. Kami berharap harga gabah tidak turun agar keuntungan kami bisa bertahan, ” kata Salahuddin, seorang petani di Desa Bantimurung.

Di sisi lain, pemerintah desa juga terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih modern. Salah satunya adalah pemanfaatan alat panen mekanis untuk meningkatkan efisiensi kerja di sawah.

“Ke depan, kami ingin lebih banyak petani yang memanfaatkan teknologi modern agar produktivitas semakin meningkat dan tenaga kerja lebih efisien, ” tambah Abd Rahman.

Peningkatan hasil panen ini juga menjadi peluang bagi Desa Bantimurung untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Dengan hasil yang terus membaik, diharapkan sektor pertanian di wilayah ini semakin maju dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

Melihat tren positif ini, pemerintah desa dan para petani optimistis bahwa pertanian di Bantimurung akan terus berkembang. Berbagai inovasi pertanian dan dukungan dari pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi serta meningkatkan pendapatan petani di masa mendatang. ( Herman Djide)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |