PAPUA - Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa mereka mendapatkan dana operasional dari hasil penjarahan terhadap masyarakat Papua. Sejumlah laporan dan kesaksian warga menyebutkan bahwa kelompok bersenjata ini kerap melakukan pemerasan, perampokan, hingga perampasan hasil panen dan barang-barang milik warga demi membiayai aktivitas mereka. Rabu 26 Februari 2025.
Meningkatnya Aksi Penjarahan di Pedalaman Papua
Menurut keterangan dari berbagai sumber, aksi penjarahan yang dilakukan oleh kelompok separatis ini semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Warga di beberapa distrik di Papua, terutama di daerah pedalaman seperti Nduga, Intan Jaya, dan Puncak, mengaku sering menjadi korban kekerasan dan pemerasan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
"Mereka datang dengan senjata, mengambil hasil kebun kami, bahkan uang dan barang dagangan di kios kecil milik warga. Jika kami menolak, mereka mengancam akan melakukan kekerasan, " ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan.
Ancaman terhadap Stabilitas dan Pembangunan Papua
Tindakan keji ini tidak hanya merugikan warga secara ekonomi tetapi juga menciptakan ketakutan yang menghambat pertumbuhan daerah. Masyarakat Papua membutuhkan lingkungan yang aman untuk bekerja, belajar, dan berkembang, bukan ketidakpastian akibat ulah kelompok separatis bersenjata.
Dengan semakin banyaknya laporan dan bukti mengenai praktik penjarahan ini, diharapkan pemerintah dan aparat keamanan dapat mengambil langkah tegas untuk menghentikan tindakan kriminal yang dilakukan oleh OPM. Papua harus maju dengan pembangunan dan kesejahteraan, bukan dengan ancaman dan kekerasan.
Editor ; Jis AG
Sumber: Kapten Chk MN