Eksistensi Kuat di Barru: AFK Majid Kembali Dipercaya Pimpin DPC PKB Periode 2026-2031

9 hours ago 3

BARRU - Komando Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Barru dipastikan tetap berada di tangan politisi tangguh, Ir. AFK Majid, ST., MH. Langkah mulus sang petahana ini menyusul pengumuman resmi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang menetapkan barisan nakhoda definitif untuk DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, masa bakti periode 2026–2031.

Keberhasilan Ir. AFK Majid menduduki kembali kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Barru menjadi bukti nyata legitimasi, kuatnya basis dukungan internal, serta rekam jejak prestasinya selama ini. 

Sebagai petahana (inkumben), kepemimpinan AFK Majid dinilai berhasil menjaga soliditas kader di akar rumput, sekaligus diproyeksikan mampu mendongkrak perolehan suara PKB di Kabupaten Barru secara signifikan menghadapi konstelasi politik ke depan.

​Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Koordinator DPP PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, di Jakarta. Proses penunjukan ini didasarkan pada penilaian objektif demi menjaga kualitas kepemimpinan partai di tingkat daerah.

​Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, mengungkapkan bahwa nama-nama yang dipublikasikan merupakan kader terbaik yang telah melewati seluruh rangkaian uji kelayakan (fit and proper test), mulai dari tahap pertama hingga tahap kedua di tingkat pusat.

​"Nama-nama yang diumumkan ini merupakan hasil akhir dari proses panjang rapat pleno di tingkat DPP. Setelah pengumuman ini, ketua terpilih termasuk Bapak AFK Majid di Barru akan didampingi oleh Tim Penataan Struktur dari DPW PKB Sulsel guna menyusun komposisi kepengurusan DPC secara lengkap, " ujar Azhar Arsyad saat dihubungi media, Kamis (11/6/2026).

​Lebih lanjut, Azhar menjelaskan bahwa setelah struktur formasi kepengurusan di bawah komando masing-masing ketua terpilih rampung disusun, berkas tersebut akan segera diserahkan kembali ke DPP untuk proses penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.

​Dari total daerah di Sulawesi Selatan, terdapat 10 figur inkumben tangguh yang dinilai sukses mempertahankan tongkat kepemimpinan di wilayahnya masing-masing. Keputusan ini memperlihatkan kepercayaan tinggi DPP PKB untuk menjaga stabilitas internal di daerah-daerah kunci.

​Selain AFK Majid di Kabupaten Barru, sembilan petahana lainnya yang tetap bertahan antara lain Fauzi Andi Wawo (Makassar), Asri (Bantaeng), Muhammad Syarif (Jeneponto), Aji Sumarno (Selayar), Andi Olivia (Sinjai), Andi Fudail (Parepare), Pak Anton (Luwu), Riswan Bibi (Luwu Utara), dan Sumardi Arifin (Wajo).

​Sementara itu, untuk beberapa daerah yang sebelumnya tidak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), nama ketuanya juga telah dipastikan, seperti Bakri di Soppeng, Hamka Pasau di Palopo, Paulus Tandiongan di Tana Toraja Utara, dan Ismail di Tana Toraja.

​Di sisi lain, DPP PKB terpantau masih menunda pengumuman kepemimpinan untuk dua wilayah, yaitu Kabupaten Bone dan Kabupaten Bulukumba, lantaran adanya beberapa hal strategis yang masih memerlukan pembahasan mendalam di tingkat pusat.

​Momentum pengukuhan para ketua terpilih ini dipastikan akan berlangsung meriah. Seluruh Ketua DPC PKB definitif dijadwalkan akan dilantik secara serentak se-Indonesia di Jakarta pada tanggal 22 Juli mendatang. 

Momen bersejarah tersebut sengaja digelar bersamaan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa.

​Berikut adalah daftar lengkap calon Ketua DPC PKB di Sulawesi Selatan yang telah resmi diumumkan oleh DPP:

1. ​Makassar: Fauzi Andi Wawo.

2. ​Maros: Wawan Mattaliu.

3. ​Pangkep: Rahman Assegaf.

4. ​Barru: Ir. AFK Majid, ST., MH.

5. ​Parepare: Andi Fudail.

6. ​Pinrang: Zainal Abidin.

7. ​Enrekang: Pak Makin.

8. ​Luwu: Pak Anton.

9. ​Palopo: Hamka Pasau.

10. ​Luwu Utara: Riswan Bibi.

11. ​Luwu Timur: Kholis.

12. ​Wajo: Sumardi Arifin.

13. ​Soppeng: Bakri.

14. ​Gowa: Daeng Tariansa.

15. ​Takalar: Hengky Yasin.

16. ​Bantaeng: Asri.

17. ​Jeneponto: Muhammad Syarif.

18. ​Selayar: Aji Sumarno.

19. ​Sinjai: Andi Olivia.

20. ​Sidrap: Agus Rasyid.

21. ​Toraja Utara: Paulus Tandiongan.

22. ​Tana Toraja: Ismail.

​Bone & Bulukumba: Ditunda / Belum diumumkan

Read Entire Article
Karya | Politics | | |