PANGKEP - Dalam dunia pendidikan, keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter yang dimilikinya. Karakter unggul yang mencakup integritas, kejujuran, dan kemandirian menjadi fondasi utama dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan kehidupan.
Herman Djide, yang juga pimpinan Redaksi Media Indonesia Satu ini menekankan pentingnya membangun karakter sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, tanpa karakter yang kuat, kecerdasan akademik tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi individu maupun masyarakat.
Integritas adalah salah satu nilai utama dalam membangun karakter unggul. Seseorang yang memiliki integritas akan selalu bertindak sesuai dengan prinsip moral dan etika, meskipun dalam kondisi sulit.
Herman Djide mengatakan bahwa integritas harus ditanamkan sejak dini dalam lingkungan pendidikan agar siswa terbiasa untuk bertindak jujur dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial, individu yang memiliki integritas akan lebih dihargai dan dipercaya oleh orang lain.
Kejujuran juga menjadi pilar utama dalam membangun karakter yang kokoh. Dalam berbagai aspek kehidupan, kejujuran adalah nilai yang membentuk kepercayaan antara individu dan komunitasnya.
Mantan Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI) Kabupaten Pangkep ini berpendapat bahwa kejujuran harus menjadi budaya dalam lingkungan pendidikan, sehingga siswa tidak hanya menghindari tindakan curang seperti mencontek atau plagiarisme, tetapi juga menjadikannya sebagai prinsip hidup. Kejujuran akan melahirkan individu yang transparan dan dapat diandalkan dalam berbagai situasi.
Selain itu, kemandirian merupakan faktor penting dalam membangun karakter unggul. Kemandirian tidak hanya berarti mampu melakukan sesuatu sendiri, tetapi juga mencakup keberanian dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan tanpa bergantung pada orang lain.
Menurut Herman Djide, pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada pemberian ilmu, tetapi juga membimbing siswa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi realitas kehidupan.
Pimpin Redaksi Media Indonesia Satu yang juluki Media seribu portal ini mengatakan bahwa Membangun karakter unggul bukanlah proses instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang harus didukung oleh lingkungan yang kondusif. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda. Herman Djide menekankan bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian dari kurikulum, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai inti dari proses pembelajaran.
Di era digital seperti saat ini, tantangan dalam membangun karakter semakin kompleks. Informasi yang mudah diakses dan budaya instan sering kali membuat generasi muda kehilangan nilai-nilai fundamental seperti kesabaran, kerja keras, dan kejujuran.
Oleh karena itu, konsep yang diusung Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Jurnalis Nasional Indonesia ( JNI) Cabang Kabupaten Pangkep ini tentang pentingnya karakter dalam pendidikan menjadi semakin relevan. Dengan membekali siswa dengan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan kemandirian, mereka akan lebih siap menghadapi dunia yang penuh dengan persaingan dan perubahan.
Implementasi pendidikan karakter harus dilakukan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus menjadi teladan bagi siswa, menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam tindakan nyata. Selain itu, metode pembelajaran harus dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Herman Djide percaya bahwa pembelajaran yang berbasis karakter akan menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bertindak.
Sebagai bangsa yang ingin maju, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter. Herman Djide memberikan contoh bahwa pendidikan yang baik adalah yang mampu mencetak manusia yang memiliki moralitas tinggi dan kepedulian terhadap lingkungannya.
Dengan menerapkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan kemandirian, generasi muda akan tumbuh menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Pada akhirnya, membangun karakter unggul bukan sekadar teori, melainkan sebuah komitmen yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Herman Djide mengajarkan bahwa dengan memiliki integritas yang kuat, kejujuran yang tak tergoyahkan, dan kemandirian yang kokoh, seseorang akan mampu meraih kesuksesan sejati.
Oleh karena itu, sudah saatnya pendidikan karakter menjadi prioritas utama dalam mencetak generasi yang berkualitas, siap menghadapi tantangan, dan berkontribusi bagibangsa dan dunia.(Hik )