HPMT Komisariat INTI dan SMP Negeri 1 Tamalatea Kolaborasi Peringati Hari Anak Nasional, Anak adalah Aset Bangsa

4 days ago 4

JENEPONTO, SULSEL - Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Komisariat Institut Turatea Indonesia dan UPT SMP Negeri 1 Tamalatea bekerjasama menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi dan Penyuluhan Tentang Perlindungan Anak ini, bertempat di Aula UPT SMP Negeri 1 Tamalatea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Jumat (24/7/2026). 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh ratusan siswa dan siswi, Dewan guru, Kepala UPT SMP Negeri 1 Tamalatea, serta para kader dan pengurus HPMT Komisariat INTI Turatea.

Selain itu, turut hadir pula dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Jeneponto, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto selaku narasumber. 

Ketua HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia, Fadly Kuasa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai hak-hak anak, kesetaraan gender, serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.

"Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitemen bersama dalam melindungi hak-hak anak, " katanya. 

Olehnya itu, Fadly menekankan, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh elemen sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Menurutnya, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang layak.

"Seorang anak wajib mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merugikan masa depannya, " jelas  Fadly.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Jeneponto, IPDA Aswar menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi sejak dini merupakan langkah penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

"Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini di SMP Negeri 1 Tamalatea. Kegiatan seperti ini sangat penting dan menjadi langkah nyata dalam melindungi generasi penerus kita, " ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, melindungi diri sendiri dan teman-teman, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak.

Ditempat yang sama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto, Dr. Farida Mappatunru selaku narasumber menyampaikan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak semakin memahami hak-haknya dan berani berbicara apabila mengalami tindakan kekerasan, " katanya. 

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Tamalatea, *Abdul Rajab menyampaikan apresiasi kepada HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia, Dinas PPPA Kabupaten Jeneponto, dan Polres Jeneponto atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini, " ucapnya. 

Menurutnya, edukasi mengenai perlindungan anak sangat penting bagi peserta didik sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, " harap Abdul Rajab.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap pemenuhan hak-hak anak dan bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan.

Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, berkarakter, dan terlindungi. (**)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |